Publikasi Tapir pada Suaka Margasatwa Dolok Surungan dan Lembaga Konservasi Taman Hewan Pematangsiantar

Suaka Margasatwa (SM) Dolok Surungan, sebagai salah satu kawasan konservasi di Provinsi Sumatera, merupakan kawasan konservasi dengan luasan 23.800 ha yang berada di Kabupaten Toba Samosir. Kawasan konservasi ini merupakan habitat bagi satwa endemik Sumatera seperti Tapir dan Harimau Sumatera. Namun demikian, pertumbuhan dan perkembangan kegiatan perekonomian masyarakat yang setiap tahunnya semakin meningkat menimbulkan dampak serius terhadap keutuhan kawasan. Sebagai contoh, perkembangan perkebunan sawit yang begitu menguntungkan telah menyebabkan perambahan kawasan SM Dolok Surungan sebesar ± 1500 ha sampai Tahun 2012. Begitu juga dengan perluasan permukiman yang meningkat setiap tahunnya yang menimbulkan dampak serupa. Akibat dari perambahan kawasan ini maka habitat flora dan fauna yang berada di dalam kawasan menjadi rusak dan terganggu. Kerusakan habitat ini pada akhirnya akan menyebabkan penurunan jumlah flora dan fauna di dalam kawasan. Sebagai informasi, perjumpaan satwa endemik kawasan SM Dolok Surungan seperti Tapir dan Harimau Sumatera semakin jarang dari hari ke hari. Ini menjadi salah satu indikasi adanya perubahan habitat kawasan SM Dolok Surungan.

Keberadaan satwa-satwa endemik yang semakin langka di habitatnya menjadi perhatian serius oleh BBKSDASU. Oleh karena itu diperlukan upaya konservasi yang komprehensif untuk menjamin kelestarian satwa-satwa tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan oleh BBKSDASU adalah dengan menjalin kerjasama dengan mitra berupa lembaga konservasi. Lembaga konservasi adalah lembaga yang bergerak di bidang konservasi tumbuhan dan/atau satwa liar diluar habitatnya (eksitu), baik berupa lembaga pemerintah maupun lembaga non pemerintah. Bentuk-bentuk lembaga konservasi ini dapat berupa pusat penyelamatan satwa, pusat rehabilitasi satwa, taman satwa, museum zoologi, kebun botani, dll. Upaya konservasi eksitu yang dilakukan oleh lembaga konservasi pada prinsipnya adalah upaya konservasi yang melindungi spesies tumbuhan dan satwa langka dengan mengambil dari habitat yang tidak aman atau terancam dengan ditempatkan ke perlindungan manusia.

Taman Hewan Pematangsiantar sebagai salah satu lembaga konservasi mitra BBKSDASU di Sumatera Utara telah menjadi salah satu lembaga konservasi yang berprestasi dalam upaya konservasi eksitu. Sebagai bagian dari upaya pengawetan keanekaragaman hayati, baru-baru ini Taman Hewan Pematangsiantar mendatangkan satwa jenis Tapir dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau. Tapir berkelamin jantan tersebut akan menjadi pasangan Tapir Betina yang sebelumnya telah ada di Taman Hewan Pematangsiantar dan akan menjadi indukan dalam program pengembangbiakan, mengingat status International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) Tapir yang berada pada level ‘Terancam’. Dengan lengkapnya sepasang satwa jenis Tapir ini diharapkan akan dapat berhasil berkembangbiak dan dilepasliarkan ke alamnya agar kelestariannya terjaga.

%d blogger menyukai ini: