Penanganan Konflik Satwa Beruang Madu dengan Manusia di Dusun Sibosur Desa Tornagodang Kecamatan Habinsaran Kabupaten Toba Samosir

Picture1

Petugas SM Dolok Surungan II bersama dengan tim dokter hewan melakukan pelepasliaran (photo credit: timbul pardosi)

Pada tanggal 19 Juni 2016, seorang warga Desa Tornagodang bernama Togar Sibarani menemukan seekor beruang madu masuk jerat yang berada di sekitar kawasan hutan dan melaporkannya ke petugas KPHL Model Tobasa. Petugas KPHL kemudian berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam melalui Bidang Konservasi KSDA Wilayah II Pematangsiantar dan menugaskan Sdr.  Kennedy Nainggolan & Sdr. Onto Sianipar yang berada di Kawasan Konservasi SM. Dolok Surungan II  untuk menindaklanjutinya.  Pada pukul 17.00 WIB, kedua petugas tersebut berhasil mengamankan dan membawa satwa Beruang Madu tersebut ke kantor resort di daerah Parsoburan. Keesokan harinya, Beruang Madu tersebut diperiksa kondisi kesehatannya oleh Drh. Anhar dan tim agar dapat dilepasliarkan kembali. Pada siang hari, satwa tersebut dibawa ke kawasan konservasi SM. Dolok Surungan II di blok hutan Ribidang Desa Lumban Pinasa Saroha Kecamatan Habinsaran Kabupaten Toba Samosir untuk pelepasliaran dengan titik koordinat N 02º18’56,11” dan E 099º23’06,15”. Tepat pukul 13.00 WIB, Beruang Madu tersebut berhasil dilepasliarkan kembali ke hutan kawasan SM Dolok Surungan.

%d blogger menyukai ini: