Pelepasliaran Satwa Liar Trenggiling (Manis javanica) Sitaan Pada Kawasan Konservasi di Sumatera Utara

0b9eff7b-775f-40cd-a97d-792139f3ca4b (1)

Petugas BBKSDASU melepasliarkan satwa Trenggiling sitaan (photo credit: joni pasaribu)

Dalam upaya perlindungan dan pengawetan keanekaragaman hayati tumbuhan dan satwa liar di Provinsi Sumatera Utara, pada tanggal 22 Juni 2016, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDASU) melakukan pelepasliaran satwa liar Trenggiling hasil operasi tangkap tangan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah I Sumatera melalui unit Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC). Satwa Trenggiling yang disita di daerah Amplas pada Hari Sabtu (18/6) tersebut dilepasliarkan di salah satu kawasan konservasi di Sumatera Utara setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan. Upaya pelepasliaran satwa Trenggiling dilakukan secara langsung ke alam bertujuan untuk menjaga tingkat keberlangsungan hidup dengan pertimbangan salah satunya adalah minimnya fasilitas rehabilitasi satwa sitaan di Sumatera Utara. Kepala BBKSDASU, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For dalam berbagai kesempatan menghimbau kepada berbagai pihak agar tidak melakukan perburuan dan perdagangan ilegal satwa liar yang dilindungi, dimana pelakunya dapat dijerat dengan pasal pidana Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 dengan hukuman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah).

%d blogger menyukai ini: