Rapat Pembahasan Rencana Pengembangan Eco-Edukasi di KHDTK Aek Nauli

IMG_0110

drh. Wahyu, sebagai representatif Vesswic, memaparkan konsep program pengembangan eco-edukasi di KHDTK Aek Nauli (photo credit: alfianto siregar)

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDASU) bersama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli dan Veterinary Society for Sumatran Wildlife Conservation (Vesswic), pada hari Kamis (25/6) mengadakan pertemuan dalam rangka penyusunan Program Pengembangan Model Pemanfaatan Populasi Gajah Sumatera Jinak secara Lestari (melalui peningkatan populasinya sesuai fungsi sebagai stok genetik) dan pengembangan pemanfaatannya sebagai daya tarik wisata lingkungan yang edukatif di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli Sumatera Utara. Program ini direncanakan akan menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan wisata Danau Toba oleh Presiden Joko Widodo. Pada kesempatan tersebut, Kepala BBKSDASU Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For berharap agar pengembangan KHDTK Aek Nauli ini dapat memulihkan kondisi gajah captive di Provinsi Sumatera Utara khususnya di Pusat Latihan Gajah (PLG) Holiday Resort yang saat ini sudah melebihi daya dukungnya akibat perambahan. Pengembangan program ini diharapkan juga dapat terintegrasi dengan kondisi ekologis sekitarnya dan kegiatan ekonomi masyarakat setempat. BBKSDASU berkomitmen dalam keberhasilan perwujudan program tersebut, yang akan diinisiasi segera dalam bentuk perjanjian kerjasama/MoU dan akan memberikan rekomendasi terhadap proposal yang akan diajukan kepada lembaga terkait.

%d blogger menyukai ini: