PRESS RELEASE: OPERASI PENANGKAPAN PERDAGANGAN ILEGAL SATWA LIAR TRENGGILING DI DAERAH MARINDAL SISINGAMANGARAJA

IMG_0319

Kepala BBKSDASU Hotmauli Sianturi memberikan keterangan pers terkait pengamanan satwa liar Trenggiling di Marindal (photo credit: alfianto siregar)

Selasa (19/7), Tim Sub Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Kepolisian Daerah Provinsi Sumatera Utara (POLDASU) bersama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDASU) melakukan penangkapan terhadap kasus peredaran satwa liar yang dilindungi jenis Trenggiling (Manis javanica) di daerah Marindal Jalan Sisingamangaraja. Adapun jumlah Trenggiling yang berhasil diamankan berjumlah 13 (tiga belas) ekor dimana 12 (dua belas) ekor masih hidup dan 1 (satu) ekor telah mati ketika diamankan. Penangkapan ini berhasil dilaksanakan berkat informasi dari masyarakat dan selanjutnya dikembangkan oleh tim untuk ditindaklanjuti. Adapun pelaku yang ditangkap masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

Perdagangan ilegal satwa liar, termasuk jenis Trenggiling, di Provinsi Sumatera Utara saat ini skala kegiatannya semakin meningkat. Cakupan perdagangan ilegal ini pun tidak hanya dilakukan secara domestik, melainkan juga secara transnasional seiring perkembangan teknologi internet. Dipandang dari nilai ekonomis, permasalahan ini telah mencapai urutan kedua setelah bisnis narkoba. Sementara dari sisi ekologis, perdagangan ilegal berpotensi merusak ekosistem penyangga kehidupan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, perdagangan ilegal satwa liar yang dilindungi dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah).

Selanjutnya, satwa liar Trenggiling ini akan dilepasliarkan pada hari ini dengan pertimbangan keberlangsungan hidupnya. Kedepannya, kerjasama antara BBKSDASU dan POLDASU akan terus ditingkatkan dalam bidang konservasi terutama perlindungan kawasan konservasi dan tumbuhan serta satwa liar di Provinsi Sumatera Utara.

%d blogger menyukai ini: