Penyitaan Trenggiling dari Sebuah Bus di Daerah Simpang Hockly Bypass Rantauprapat

IMG_20160727_011714 (1)

Trenggiling hasil sitaan petugas (photo credit: suhut tampubolon)

Senin (25/7) malam hari, personil Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort (Polres) Labuhan Batu berhasil mengamankan 11 (sebelas) ekor satwa liar jenis Trenggiling di Jalan Pardamean Simpang Hockly Bypass Rantauprapat dengan kondisi 10 (sepuluh) ekor hidup dan 1 (satu) ekor mati. Trenggiling berhasil diamankan petugas dari sebuah bus rute Padangsidimpuan-Medan. Petugas melakukan penyitaan terhadap bus yang mengangkut satwa tersebut dan melakukan penahanan terhadap supir bus tersebut. Operasi penangkapan ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat tentang keberadaan satwa liar jenis Trenggiling yang diduga kerap diangkut melalui bus menuju Kota Medan. Supir bus yang ditahan mengaku bahwa dia hanya dititipi seseorang untuk mengangkut satwa tersebut dengan imbalan upah sebesar Rp. 300.000. Selanjutnya, bus beserta supirnya ditahan di Polres Labuhan Batu untuk dilakukan pemeriksaan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, perdagangan ilegal satwa liar yang dilindungi dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah).

Sementara itu Trenggiling hasil sitaan diserahkan Polres Labuhan Batu kepada Balai Besar Konservasi Sumatera Utara (BBKSDASU) melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) VI Kotapinang pada hari Selasa (26/7) sore hari. Mengingat pentingnya keberlangsungan hidup Trenggiling hasil sitaan ini, maka tim SKW VI Kotapinang, dipimpin Kepala Seksinya Suhut Tampubolon, melakukan pelepasliaran 10 ekor satwa Trenggiling pada hari Rabu (27/6) subuh hari di salah satu kawasan konservasi yang merupakan habitatnya. BBKSDASU mengapresiasi setiap upaya para pihak dalam penyelamatan satwa liar dari kegiatan-kegiatan ilegal di Provinsi Sumatera. BBKSDASU juga akan terus meningkatkan kerjasama dengan penegak hukum dalam upaya pengamanan satwa liar.

%d blogger menyukai ini: