Penyeludupan Belangkas Digagalkan

Rencana penyeludupan 300 ekor Belangkas atau Ketam Tapak Kuda (Tachypleus gigas), dari pantai timur Sumatera, tepatnya dari Sungai Airmasin Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, menuju negara Thailand, berhasil digagalkan oleh Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), pada Jumat (28/4).

Penangkapan bermula dari Laporan Intelijen Unit Penyelidikan, adanya kapal-kapal ikan yang bermuatan Belangkas yang akan diselundupkan ke Thailand tanpa dilengkapi dokumen sah. Laporan tersebut ditindak lanjuti dengan melakukan patroli oleh Ditpolair Polda Sumut, dan berhasil menangkap 1 (satu) unit kapal nelayan KM. Makmur Gt.25 No. 215/QQd.

Bersamaan dengan disitanya 300 ekor Belangkas dalam keadaan mati yang dimuat dalam box ikan, juga diperiksa 5 orang crew kapal KM. Makmur, masing-masing : Hermansyah Putra, 48 tahun, bertindak sebagai nakhoda, penduduk Kelurahan Birem Puntung Kecamatan Langsa Baru Kotamadya Langsa Provinsi Aceh; Amirudin, 53 tahun, KKM, penduduk Jl. HM. Amin Kelurahan Gantong Mutia Kecamatan Langsa Kotamadya Langsa Provinsi Aceh ; Amrul, 43 tahun, ABK, penduduk Desa Binjai Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh ; Somantri, 40 tahun, ABK, penduduk Desa Lubuk Damar Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh, dan Anwar, 47 tahun, ABK, penduduk jl. M. Daud Lingkungan 4 Desa Matang Suelimeng Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa Provinsi Aceh.

Selanjutnya barang bukti (baik kapal maupun Belangkas) dan kelima tersangka diamankan ke Mapolair di Belawan. Khusus barang bukti Belangkas dimusnahkan setelah selesai proses penyidikan. Ditpolair Polda Sumut juga berkoordinasi dengan Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, dan disepakati bahwa proses penyidikan dilakukan oleh Ditpolair sedangkan Saksi Ahli diharapkan dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara.

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., mengapresiasi hasil kerja Ditpolair Polda Sumut, sembari mengharapkan diwaktu-waktu yang akan datang, kerjasama dalam penyelamatan satwa langka khususnya yang dilindungi undang-undang, seperti Belangkas ini, dapat lebih ditingkatkan lagi. (Evan)

%d blogger menyukai ini: