Penyelamatan Harimau Sumatera

Screen Shot 2017-05-08 at 16.05.35.jpg

Tim Gabungan Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, Polsek Tiga Dolok, Petugas Ditjen PPI, Taman Hewan Pematangsiantar dan masyarakat sedang melakukan evakuasi Harimau Sumatera yang terjerat (photo credit: parlindungan simbolon)

Bermula dari informasi pegawai Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli, yang melaporkan adanya pengaduan masyarakat tentang terjeratnya seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Desa Dolok Parmonangan, Kecamatan Panribuan Kabupaten Simalungun, tepatnya di Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT. Toba Pulp Lestari (TPL). Informasi diterima Kepala Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar, pada 5 Mei 2017, sekitar pukul 13.42 Wib.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala Bidang Konservasi Wilayah II, Seno Pramudito, S.Hut., ME., segera melakukan tindakan mengumpulkan Staf untuk membahas upaya penyelamatan harimau tersebut, dan menghubungi pihak Taman Hewan Pematang Siantar guna membantu penyelamatan dan evakuasi Harimau Sumatera. Melalui komunikasi via telephon, pihak Taman Hewan Pematang Siantar menyatakan kesiapannya.

Sekitar pukul 16.00 Wib, Tim gabungan dari Bidang Konservasi Wilayah II dan Taman Hewan Pematang Siantar, meluncur ke lokasi dan berkoordinasi dengan petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Tiga Dolok, petugas dari Pengendali Perubahan Iklim (PPI) dan masyarakat sekitar.

Pada pukul 16.42 Wib, di lokasi ditemukan seekor Harimau Sumatera dalam kondisi terjerat dan meraung-raung. Harimau tersebut tidak dapat bergerak bebas dikarenakan posisi kaki kirinya terikat jerat dan tersangkut di pohon, dengan kepala berada pada posisi di atas.

“Harimau Sumatera tersebut berjenis kelamin jantan dan diperkirakan berusia ± 7 tahun, dengan ciri-ciri kondisi fisik : tinggi ± 1 meter, panjang ± 1,5 meter dan berat ± 150 kg. Letak posisi Harimau Sumatera terjerat berada pada titik koordinat Long = 98,995803 dan Lat = 2,741637,” papar Seno.

Selanjutnya, harimau dibius. Dalam keadaan tidak sadar, petugas dan masyarakat melepaskan jerat dari kaki harimau, dan kemudian memasukannya ke dalam kerangkeng besi yang telah disiapkan pihak Taman hewan Pematang Siantar. Pada saat melepaskan jerat, terlihat kaki harimau dalam keadaan terluka, yang diperkirakan akibat upayanya melepaskan diri dari jeratan tersebut.

Sekitar pukul 17.30 Wib, Harimau dievakuasi ke Taman Hewan Pematang Siantar dan tiba sekitar pukul 19.14 Wib. Di Taman Hewan, harimau ditangani oleh Tim Medis dan mendapatkan perawatan. Untuk sementara harimau tersebut dititipkan di Taman Hewan Pematang Siantar sampai pemulihan kesehatannya.

Kepala Bidang Konservasi Wilayah II, menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi dalam membantu menyelamatkan dan mengevakuasi Harimau Sumatera. “Bagaimanapun penyelamatan Harimau Sumatera menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama” ujar Seno.

%d blogger menyukai ini: