Pelepasliaran Trenggiling Tangkapan

Setelah penangkapan 225 ekor Trenggiling (Manis javanica) oleh Tim Libas Dispamal (Dinas Pengamanan Angkatan Laut) Mabesal bekerjasama dengan Tim WFQR (Western Fleet Quick Response) Lantamal I Belawan – Medan, pada Senin (12/6) malam, di areal pergudangan 77 jalan KL Yos Sudarso Kelurahan Titipapan Kecamatan Medan Deli, maka selanjutnya proses hukum diserahkan oleh pihak Angkatan Laut Lantamal I Belawan kepada Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Sumatera.

Proses penyidikan dilakukan oleh BPPHLHK Wilayah Sumatera dengan pemeriksaan terhadap 2 orang pelaku yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing : berinisial H (34 tahun) beralamat di Stabat, Kabupaten Langkat, dan S (42 tahun) beralamat di Medan. Disamping itu juga dilakukan pemeriksaan terhadap barang bukti, berupa : 225 ekor trenggiling, 5 karung sisik kering dan 4 karung sisik basah.

Khusus untuk Trenggiling yang hidup, dari semula 119 ekor yang diserahkan kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk  direlease (dilepasliarkan) di kawasan hutan di Kabupaten Pakpak Bharat, pada Rabu,  14 Juni 2017 malam (sekitar pukul 19.00 wib s.d 21.00 wib), 104 ekor dalam keadaan hidup yang dilepasliarkan,  dan 15 ekor yang mati dalam perjalanan dikuburkan di sekitar kawasan. (Evan)

%d blogger menyukai ini: