PENYERAHAN OWA DARI WARGA MASYARAKAT KE BALAI BESAR KSDA SUMUT

Seorang warga masyarakat, LRS, beralamat di Wilayah Gaperta Medan, dengan kesadaran sendiri menyerahkan 2 (ekor) satwa dilindungi kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Utara, masing-masing : 1 (satu) ekor Owa/ Siamang (Hylobates syndactylus) bernama Cingku, berumur 3 tahun 8 bulan, jenis kelamin jantan, serta 1 (satu) ekor Owa Ungko/Sarudung (Hylobates agiliis) bernama Frangky, berumur sekitar 7 tahun, jenis kelamin betina.

Kedua satwa tersebut diserahkan dalam keadaan baik, pada Kamis, 6 Juli 2017, di lokasi si pemelihara. Menurut penjelasan yang diterima dari si pemelihara, kedua satwa diperolehnya dari masyarakat yang menemukannya, dan salah satu diantaranya (Cingku) pada saat itu masih bayi. Setelah mendengar informasi dari salah seorang petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser di Bahorok, Bukit Lawang, Kab. Langkat, bahwa kedua satwa merupakan jenis yang dilindungi, si pemelihara segera menghubungi Balai Besar KSDA Sumatera Utara sebagai institusi yang berwenang dalam perlindungan satwa liar untuk diserahkan.

Dalam proses penyerahan, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara turut didampingi lembaga mitra kerjasama, Yayasan Scorpion Indonesia. Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Ir. Irzal Azhar, M.Si, menyatakan bahwa penyerahan oleh masyarakat dengan kesadaran sendiri, patut untuk diapresiasi. “Diharapkan kesadaran yang sama dapat tertular kepada masyarakat lainnya yang memelihara satwa-satwa liar dilindungi, untuk dengan sukarela segera menyerahkan kepada pemerintah, dalam hal ini Balai Besar KSDA Sumatera Utara”, ujar Irzal.

Kedua satwa selanjutnya, pada hari yang sama, dititipkan di Pusat Penampungan Satwa (PPS) Barumun Nagari, untuk dilakukan tindakan medis perawatan dan pemeriksaan kesehatan, dan bila dipandang layak dan memungkinkan akan direlease (dilepasliarkan) ke kawasan SM. Barumun.

%d blogger menyukai ini: