KRONOLOGIS PENANGANAN HARIMAU DI KABUPATEN PADANG LAWAS

Berita duka  kematian seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali terjadi. Untuk menelusuri kronologis kejadian yang menimpa si raja hutan ini, kami mencoba menghubungi dan mengkonfirmasi langsung kepada Kepala Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan, melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang, Darmawan, S.Hut., M.Sc.

Dalam penjelasannya, diuraikan kronologis penanganan Harimau Sumatera, yang terjadi di Desa Sihaporas, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas. Bahwa kejadian awal bermula dari laporan warga Desa Sihaporas yang baru kembali dari kebunnya bertemu/berpapasan dengan seekor harimau. Penemuan itu kemudian dilaporkan ke petugas Komando Rayon Militer (Koramil) 07/Sosopan.

Petugas yang menerima laporan segera melakukan pengecekan dan menemukan jejak kaki harimau diperkirakan sebanyak 2 ekor (dewasa dan anakan) yang tidak jauh dari kandang kambing warga. Kemudian petugas Koramil 07/Sosopan menghubungi petugas Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang.

Mendapat laporan tersebut, Tim Seksi Konservasi VI Kota Pinang, pada Sabtu,  8 Juli 2017, segera menindaklanjutinya dengan melakukan pengecekan informasi penampakan satwa harimau disekitar pemukiman warga dan kantor Koramil 07/Sosopan. Hasilnya, dilapangan memang benar menemukan jejak harimau, namun Tim tidak menemukan langsung harimau dimaksud, dan berdasarkan jejak yang ditemukan diperkirakan sudah kembali ke hutan/kebun yang tidak dimanfaatkan/digunakan lagi oleh masyarakat.

Selanjutnya dalam pertemuan dengan petugas Koramil/07 Sosopan serta warga Desa Sihaporas, Tim meminta kepada warga untuk: sementara waktu mengurangi aktivitas diluar rumah terutama pada sore hari hingga malam hari, tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu dan mengancam keberadaan Harimau Sumatera, serta apabila melakukan aktivitas diluar rumah tidak dilakukan seorang diri dan sebaiknya secara bersama-sama (berkelompok).

Pada Senin, 10 Juli 2017, sekitar jam 09.00 Wib, harimau kembali terlihat melintas di depan kantor Koramil 07/Sosopan. Petugas kemudian melaporkan kepada Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang. Petugas Seksi Konservasi Wilayah VI segera meluncur ke lokasi dengan membawa peralatan yang diperlukan guna menghalau harimau agar masuk kembali ke kawasan hutan.

Sesampainya di lokasi, Tim menemukan harimau sudah dalam posisi tergeletak lemas, tidak jauh dari kantor Koramil. Tidak ditemukan adanya luka pada bagian tubuh dari harimau tersebut. Kemudian dilakukan tindakan rescue dengan mengevakuasi harimau, yang melibatkan Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS), petugas Koramil 07/Sosopan dan masyarakat sekitar.

Pukul 19.00 Wib, harimau berhasil dimasukkan ke dalam kandang dan segera dibawa ke BNWS guna dilakukan tindakan medis, mengingat kondisi harimau yang sudah sangat lemah (tidak bisa berdiri dan tidak melakukan perlawanan ketika dimasukkan ke dalam kandang).

Pukul 20.30 Wib, harimau tiba di lokasi BNWS dan segera dilakukan tindakan medis oleh Tim Medis dari BNWS, dengan menyuntikkan vitamin serta memasang infus. Kondisi harimau terlihat semakin lemah dan makin kritis. Pukul 23.01 Wib, harimau berjenis kelamin jantan, berumur sekitar 3-4 tahun, tidak terselamatkan dan oleh Tim Medis dinyatakan mati.

Untuk mengetahui penyebab kematiannya, pukul 23.50 Wib dilakukan tindakan Necropsy untuk melihat kondisi bagian dalam tubuh harimau serta mengambil beberapa sample organ tubuh untuk dilakukan cek laboratorium. Hasil Necropsy tidak ditemukan adanya kelainan pada organ dalam tubuh dan pada kondisi normal. Hanya pada lambung dan usus dipenuhi bulu/rambut binatang (tidak diketahui jenis binatangnya).

“Kesimpulan sementara dari Tim Medis, penyebab kematian harimau dikarenakan sakit yang sudah agak lama (sekitar 1-2 minggu), hal ini dilihat dari munculnya belatung dimulut harimau. Kemungkinan adanya faktor lain penyebab kematian tersebut, kita menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pada, Senin, 11 Juli 2017, pukul 01.45 Wib, jasad harimau dikuburkan di Barumun Nagari,” Ujar Darmawan mengakhiri penjelasannya (Evan)

%d blogger menyukai ini: