Press Release Penanganan Harimau di Desa Sihaporas Kecamatan Sosopan Kabupaten Padang Lawas

IMG_20170714_153735 (1)

Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Gunawan Alza, S.Hut, memberikan keterangan kepada pers

  1. Sabtu 8 Juli 2017 sekitar pukul 11.15 WIB, Madan Harahap warga Desa Sihaporas, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas (Palas), saat kembali dari kebun berpapasan dengan Harimau Sumatera, sehingga untuk kembali ke kampung terpaksa harus mencari jalan lain. Selanjutnya warga tersebut melaporkannya ke pihak Koramil 07/Sosopan;
  2. Mendapat laporan, petugas Koramil 07/Sosopan kemudian melakukan pengecekan atas laporan warga tersebut dan menemukan jejak kaki harimau sebanyak 2 ekor (dewasa dan anak-anak) yang berada lebih kurang 50 meter dari kandang kambing warga. Selanjutnya petugas koramil berkordinasi dengan pihak BBKSDA, polisi dan pihak lainnya;
  3. Kemudian, Tim dari Seksi Konservasi Wilayah VI Kotapinang BBKSDA Sumatera Utara pada tanggal 8 Juli 2017 menuju lokasi dan melakukan koordinasi dan pertemuan dengan pihak Koramil dan warga. Dalam pertemuan tersebut diminta kepada warga  untuk:
    • Sementara waktu mengurangi aktifitas di luar rumah terutama pada sore hingga malam hari;
    • Tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu dan mengancam keberadaan harimau sumatera;
    • Apabila melakukan aktifitas diluar rumah tidak dilakukan seorang diri lebih baik secara bersama-sama (bergerombol);
  4. Tim gabungan bersama dengan masyarakat melakukan pengecekan ke lokasi dan menemukan jejak-jejak dari Harimau Sumatera tersebut yang berada di perkebunan coklat milik masyarakat;
  5. Harimau sudah tidak tampak di sekitar pemukiman maupun kantor koramil, dimana diperkirakan sudah kembali ke hutan/kebun yang tidak diolah oleh masyarakat berdasarkan petunjuk jejak-jejak yang ditemukan;
  6. Senin, tanggal 10 Juli 2017 sekitar jam 09.00 WIB, Harimau Sumatera kembali terlihat di depan kantor Koramil Sosopan sesuai dengan informasi dari petugas koramil. Tim Seksi Konservasi Wilayah VI Kotapinang kembali ke lapangan dan menemukan harimau sudah dalam kondisi lemas, sehingga tim mengevakuasi harimau dimaksud untuk diselamatkan bersama dengan Tim Barumun Nagary Wildlife Sanctuary (BNWS);
  7. Pukul 20.30 WIB, harimau tiba di lokasi BNWS dan segera dilakukan tindakan medis oleh tim medis, dengan menyuntikkan vitamin serta memasang infus. Kondisi harimau terlihat semakin lemah dan makin kritis. Pukul 23.01 Wib, harimau berjenis kelamin jantan, berumur sekitar 3-4 tahun, tidak terselamatkan dan oleh tim medis dinyatakan mati;
  8. Untuk mengetahui penyebab kematiannya, pukul 23.50 WIB dilakukan tindakan Necropsyuntuk melihat kondisi bagian dalam tubuh harimau serta mengambil beberapa sampel organ tubuh untuk dilakukan cek laboratorium. Hasil Necropsy tidak ditemukan adanya kelainan pada organ dalam tubuh dan pada kondisi normal. Hanya pada lambung dan usus dipenuhi bulu/rambut binatang (tidak diketahui jenis binatangnya). Kesimpulan sementara dari Tim Medis, penyebab kematian harimau dikarenakan sakit yang sudah agak lama (sekitar 1-2 minggu), hal ini dilihat dari munculnya belatung dimulut harimau. Kemungkinan adanya faktor lain penyebab kematian tersebut menunggu hasil pemeriksaan laboratorium;
  9. Selasa, 11 Juli 2017, pukul 01.45 Wib, jasad harimau dikuburkan di Barumun Nagari;

selanjutnya

  1. Pada tanggal 12 Juli 2017 Pukul 09.30 WIB Bidang Wilayah III Padangsidempuan melalui Seksi Wilayah VI Kotapinang menerima laporan dari Koramil 07 Sosopan bahwa ada penemuan jasad harimau oleh warga masyarakat di Desa Sihaporas Kecamatan Sosopan Kab Padanglawas. Lokasi sama persis ketika dilakukan evakuasi harimau pada tanggal 10 Juli 2017;
  2. Pada pukul 11.00 WIB tim sampai ke Koramil 07 Sosopan dan menemukan jasad harimau sudah diamankan pihak koramil dari lokasi ditemukan. Koordinasi dilakukan dengan pihak koramil dan segera melakukan pemeriksaan jasad harimau. Berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi fisik, harimau sudah mati, banyak terdapat telur lalat pada bagian tubuh harimau, tidak dijumpai luka luar, ada bagian jasad harimau yang hilang yaitu sepasang taring sebelah kiri dan kumis harimau. Berdasar keterangan Komandan Koramil 07 Sosopan, pada saat diamankan dari lokasi, kondisi jasad harimau sudah seperti itu;
  3. Harimau kemudian dievakuasi ke BNWS untuk dilakukan pemeriksaan jasad dan tindakan necropsy oleh dokter hewan. Harimau berjenis kelamin betina, umur 2-3 thn, panjang 194 cm dan berat 32 kg. Necropsy berlangsung selama 2 jam (15.40 – 17.30 WIB), sampel organ dikirim ke BBKSDA Sumatera Utara untuk dilakukan tes lab. Berdasarkan pemeriksaan sementara, harimau mati karena sakit sebab tidak ditemukan adanya luka pada bagian luar;
  4. Kamis, 13 Juli 2017, jasad harimau langsung dibawa dan diserahkan ke BBKSDA Sumatera Utara untuk diawetkan (offset);
  5. Terkait hilangnya bagian tubuh pada jasad harimau tersebut, BBKSDA Sumatera Utara akan melakukan penyelidikan lebih lanjut;
  6. BBKSDA Sumatera Utara  terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di lapangan (MITRA, LSM, PEMDA, KEPOLISIAN, TNI) dan  menghimbau masyarakat apabila menyaksikan kejadian serupa agar segera memberikan informasi tidak melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan peraturan, seperti menangkap dan mengambil satwa liar dilindungi dan bagian tubuhnya.
%d blogger menyukai ini: