PENYERAHAN ELANG BRONTOK

Seekor Elang Brontok, yang dipelihara warga Jln. Melati No. 307 Tanjung Anom, diserahkan kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pada Rabu, 9 Agustus 2017.

Ali Iqbal Nasution, staf Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan, Balai Besar KSDA Sumatera Utara, menjelaskan bahwa sebelumnya, pada Senin (7/8), petugas mendapat informasi tentang keberadaan seekor Elang Brontok yang dipelihara oleh warga.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas didampingi lembaga mitra kerjasama, Yayasan Scorpion Indonesia, mendatangi lokasi dan memberi penjelasan kepada pemilik bahwa satwa tersebut merupakan jenis yang dilindungi undang-undang. Oleh karena itu siapapun tidak diperkenankan untuk memeliharanya. Tanpa ada kesulitan, Elang Brontok pun kemudian diserahkan pemiliknya kepada petugas.

Rini, si pemilik, menceritakan bahwa Elang tersebut awalnya dipelihara oleh orang tua (ayah)nya, sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu. Tidak diketahui darimana asal satwa ini didapatkan orangtuanya. Kasih sayang orangtuanya membuat satwa tersebut menjadi jinak dan tidak dapat terbang. Dan sekarang orangtuanya telah meninggal dunia. Mereka tidak mengetahui jika Elang Brontok jenis satwa yang dilindungi undang-undang. Oleh karena itu, mereka tidak keberatan jika satwa dimaksud disita dan diambil oleh petugas.

“Satwa yang dalam kondisi sehat, saat ini dititip di Pusat Penampungan Satwa (PPS) TWA Sibolangit, guna menjalani proses rehabilitasi. Butuh waktu untuk dapat meliarkannya kembali, karena sudah terlalu jinak saat dipelihara,” ujar Iqbal.

Kepala Bidang Teknis, Ir. Irzal Azhar, M.Si., mengapresiasi dan menyambut baik penyerahan Elang Brontok dimaksud, dan ini merupakan yang kesekian kalinya diserahkan kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Beliau berharap kedepan kepedulian masyarakat semakin tumbuh, tidak ada lagi warga yang memelihara satwa liar khususnya jenis yang dilindungi undang-undang.

%d blogger menyukai ini: