Kronologis Penanganan Konflik Buaya di Labuhan Batu Selatan

Picture1

Buaya dipastikan sudah mati (photo credit: darmawan)

  1. Rabu, 9 Agustus 2017 pukul 16.00 WIB, Seksi Konservasi Wilayah VI (SKW VI) Kotapinang mendapat laporan dari Kepala DAOPS Manggala Agni Labuhan Batu (Sdr. Risky Ismana Nasution SP) yang mendapatkan info dari BLH Kabupaten Labuhan Batu Selatan bahwa ada kejadian buaya yang ditangkap warga di Dusun Saruja Desa Pasir Tuntung Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu Selatan;
  2. Koordinasi dilakukan ke pemilik penangkaran UD. Alian Ruswan di Kabupaten Batu Bara untuk rencana penitipan buaya dimaksud;
  3. Kamis,10 Agustus 2017 Tim SKW VI Kotapinang (Darmawan, Eko Chandra, Azlan Arfandi N) berkoordinasi dengan BLH Kabupaten Labuhan Batu Selatan, ditemui oleh Kepala BLH Kabupaten Labuhan Batu Selatan,membenarkan bahwa memang ada buaya yang ditangkap warga dan menginfokan kepada BKSDA karena terkait penanggulangan konflik satwa liar bukan wewenang mereka;
  4. Tim segera ke lokasi, agak jauh dari jalan besar sehingga harus berjalan kaki sekitar 2 km, dan mendapatkan buaya di lokasi sudah mati;
  5. Hasil pemeriksaan kami terhadap kejadian ini adalah sebagai berikut :
    • Lokasi kejadian di Dusun Saruja Desa Pasir Tuntung Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhan Batu Selatan (koordinat 1.8883581 , 100.092445) dekat dengan Sungai Barumun, berada di kebun garapan Sdr. Ucok Rakom Siregar (laki-laki,58 tahun,pekerjaan nelayan);
    • Buaya ini ditangkap dengan cara dipancing pada hari Rabu 9 Agustus 2017 karena sudah beberapa kali memangsa ternak warga (itik, ayam, dan anjing) dan warga yang pekerjaannya sebagai nelayan disitu merasa terancam jiwanya;
    • Ketika ditangkap kondisi buaya masih hidup, akan tetapi karena ada pancing yang tertinggal di dalam perut buaya mengakibatkan buaya tersebut tidak dapat bertahan dan mati.;
    • Buaya berjenis kelamin betina, panjang 3,20 m dengan perkiraan berat 80 kg.
  6. Himbauan kami kepada warga Dusun Saruju yang berada di sekitar Sungai Barumun:
  7. Supaya lebih berhati hati ketika beraktifitas di sungai karena Sungai Barumun adalah salah satu habitat buaya;
  8. Tidak sendirian ketika melakukan aktifitas di sungai;
  9. Tidak berburu, menangkap, memelihara, memperdagangkan satwa liar yang dilindungi karena bertentangan dengan peraturan;
  10. Tidak melakukan aktifitas yang dapat menyebabkan terancamnya satwa buaya, misalnya memancing dan menangkap buaya;
  11. Apabila terjadi konflik dengan buaya supaya segera mungkin menghubungi petugas BKSDA (nomor kontak Kepala SKW VI Kotapinang kami sampaikan).
  12. Atas arahan Kepala Bidang Wilayah III Padangsidimpuan setelah berkoordinasi dengan Kepala Bidang Teknis, buaya dikubur di lokasi dan dibuatkan Berita Acara Kematian dan Berita Acara Penguburan sehingga tidak jadi dititipkan ke UD. Alian Ruswan, dan selanjutnya terus dilakukan pemantauan;
  13. Berita Acara Kematian Nomor BA.813/K.3/BKWIII/KSA/8/2017 dan Berita Acara Penguburan Nomor BA.814/K.3/BKWIII/KSA/8/2017 tanggal 10 Agustus 2017.
%d blogger menyukai ini: