KEMAH KONSERVASI BALAI BESAR KSDA SUMUT TAHUN 2017

Picture1

Sambutan Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For. pada acara pembukaan Kemah Konservasi, Kamis 7 September 2017, di Tahura Bukit Barisan (photo credit: evansus manalu)

Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) merupakan salah satu momentum peringatan lingkungan hidup di Indonesia. Peringatan HKAN ini pertama kali diselenggarakan pada tanggal 10 Agustus 2009, dimana Presiden RI ke-6, Soesilo Bambang Yudhoyono menetapkannya dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2009.

Penyelenggaraan Peringatan HKAN dimaksudkan sebagai upaya kampanye dan sosialisasi kepada masyarakat luas akan pentingnya konservasi alam bagi kehidupan serta kesejahteraan umat manusia. Disamping itu, juga, untuk mengedukasi masyarakat agar ikut serta (berperan aktif) dalam menjaga dan menyelamatkan ekosistem alam.

Pada tahun ini, 2017, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kembali menyelenggarakan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional, dengan mengangkat tema “Konservasi Alam – Konservasi Kita”, yang puncak peringatannya dilaksanakan di Taman Nasional (TN) Baluran di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada 11-13 Agustus 2017 yang lalu. Makna dan pesan yang terkandung dalam tema tersebut adalah bahwa konservasi alam itu pada hakekatnya untuk kehidupan kita umat manusia serta makhluk hidup lainnya.

Khusus untuk Propinsi Sumatera Utara, Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyelenggarakan peringatan HKAN Tahun 2017 dengan melaksanakan kegiatan Kemah Konservasi yang berlangsung dari tanggal 7 s/d 9 September 2017, di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, Tongkoh, Brastagi, Kabupaten Karo, demikian Laporan Ketua Panitia Kemah Konservasi Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Suyono, SH. (Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan), pada acara pembukaan Kemah Konservasi, Kamis, 7 September 2017, di Tahura Bukit Barisan.

Kegiatan Kemah Konservasi yang melibatkan masyarakat, khususnya dari kalangan generasi muda, dilatarbelakangi pemikiran bahwa generasi muda merupakan salah satu unsur penting sebagai pelopor dan penggerak dalam upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Mereka diharapkan dapat menjadi motivator dan dinamisator konservasi ditengah-tengah masyarakat, ujar Suyono.

Dalam laporannya, Ketua Panitia juga menyampaikan, rangkaian kegiatan acara Kemah Konservasi yang akan dilaksanakan selama 3 hari, berupa penanaman pohon dan lepas liar satwa di sekitar kawasan Tahura Bukit Barisan, sosialisasi dan diskusi berkitan dengan permasalahan Konflik Dengan Satwa Orangutan Sumatera, Konflik Dengan Satwa Harimau Sumatera, Perdagangan Satwa Illegal serta Sanctuary Barumun, tracking dan penanaman pohon serta aksi bersih di kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Lau Debuk-debuk, dan beragam game serta hiburan.

Sementara Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., dalam sambutannya menjelaskan bahwa Kemah Konservasi ini pada dasarnya merupakan  program pendidikan konservasi alam dan  lingkungan hidup yang menggabungkan metode teori dan praktek dengan menitikberatkan pada ranah afektif dan kognitif (pengertian dan penyadaran). Isu tentang penurunan kualitas lingkungan hidup telah menciptakan suatu kebutuhan yang mendesak dalam menggalakkan pendidikan lingkungan (environmental education) yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan dan membekali peserta  dengan informasi dan pengetahuan serta pandangan-pandangan luas tentang manfaat konservasi alam dan lingkungan hidup.

“Harapan kita bersama, kegiatan ini membawa manfaat bagi peserta dalam menumbuhkan pengertian serta kesadaran akan pentingnya konservasi didalam menyelamatkan dan melestarikan alam dan lingkungan hidup. Gaung dan gema dari kegiatan ini diharapkan dapat tersampaikan kepada masyarakat luas dengan baik, sehingga pesan “Konservasi Alam-Konservasi Kita” dapat memasyarakat dan menjadi gerakan bersama,” ujar Hotmauli dalam sambutannya.

Pembukaan Kemah Konservasi turut dihadiri pejabat (Kabag) di Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kuswandono, Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara diwakili Kepala Balai UPT Pengelola Tahura Bukit Barisan, perwakilan satker UPT lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Sumatera Utara, mitra kerja Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Pengurus dan atlet Inkado Propinsi Sumatera Utara, serta tamu dan undangan  lainnya.

%d blogger menyukai ini: