Penyerahan si “Momo”

 Si “Momo”, seekor Siamang (Symphalangus syndactylus), berjenis kelamin jantan, berumur sekitar 2 tahun, yang selama ini dipelihara oleh Ridho Alfayul, mahasiswa, warga Belawan, pada Kamis, 14 September 2017, diserahkan kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara.

Satwa liar dilindungi undang-undang ini, dipelihara Ridho lebih kurang 6 bulan lamanya. Dia mendapatkannya dari seseorang yang menjual Siamang tersebut, karena rasa iba dan kasihan serta  khawatir bila satwa ini tidak terawat. Perawatan intens selama 6 bulan, membuat satwa ini menjadi jinak.

Setelah 6 bulan, terpikir Ridho untuk menyerahkan Siamang tersebut agar dilepasliarkan ke habitatnya. Pencariannya berakhir ketika mengetahui bahwa Balai Besar KSDA Sumatera Utara merupakan instiusi pemerintah yang bertanggung jawab mengurus pelepasliaran satwa liar yang dilindungi undang-undang.

Plt. Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan, Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH., menyambut baik dan mengapresiasi penyerahan satwa dimaksud dan menjelaskan, bahwa terhadap Siamang ini sebelum dilepasliarkan, masih harus menjalani proses rehabilitasi dan habituasi di Pusat Penampungan Satwa (PPS) TWA Sibolangit. “Sifat liarnya harus dikembalikan terlebih dahulu sebelum dilepasliarkan, karena sudah terlalu jinak,” jelas Herbert.

Penyerahan ini merupakan yang kesekian kalinya, dan ini pertanda baik meningkatnya kesadaran warga masyarakat untuk menyerahkan satwa peliharaannya secara sukarela, khususnya jenis yang dilindungi, agar nantinya direlease (dilepasliarkan) ke alam yang merupakan habitatnya.

%d blogger menyukai ini: