SISWA/I SMP NEGERI 2 SIBOLANGIT BELAJAR KONSERVASI

belajarkonservasi

Pegawai BBKSDA Sumatera Utara, Evansus Manalu, memberikan materi penyuluhan kepada pelajar SMP Negeri 2 Sibolangit (photo credit: evansus manalu)

Setelah sukses peluncuran (launching) Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA, pada Rabu 11 Oktober 2017 lalu, maka untuk pertama kalinya siswa/siswi SMP Negeri 2 Sibolangit mengikuti/menjalani program dengan kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah, pada Rabu 18 Oktober 2017.

Dipandu dan dibimbing narasumber dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, masing-masing Evansus Renandi Manalu dan Samuel Siahaan, peserta dibekali dengan pengetahuan tentang keanekaragaman hayati dan kawasan konservasi.

Dengan metode pembelajaran yang sedikit berbeda, siswa/siswa peserta yang berjumlah 30 orang ini, diajak belajar sambil bermain. Peserta yang dibagi dalam 5 kelompok diuji pengetahuan dan pengenalannya tentang flora fauna khususnya yang ada di wilayah kerja Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui diskusi kelompok lalu dipresentasekan.

Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pembelajaran ini, apalagi dalam permainan kedua, yaitu permainan karung goni. Di permainan ini peserta yang mempresentasekan fauna (satwa) bergerak bebas, berjalan  diatas karung goni yang dipaparkan di halaman sekolah.

Karung goni menggambarkan kawasan hutan, yang ketika satu persatu ditarik ruang gerak peserta dari yang semula bergerak bebas, lama kelamaan menjadi menyempit dan akhirnya beberapa diantaranya keluar dari lingkaran karung goni.

Berkurangnya karung goni menggambarkan degradasi kawasan, dan keluarnya peserta dari karung goni melukiskan fauna (satwa) yang terdesak keluar dari habitat, oleh karena habitatnya rusak dan sumber pakan sudah tidak tersedia lagi.

“Pembelajaran yang interaktif dan berinteraksi dengan alam, khususnya lingkungan sekolah, kami kemas agar siswa/siswi bisa akrab dengan lingkungannya serta menumbuhkan kekompakan/kerjasama peserta  melalui diskusi kelompok dalam membahas materi pelajaran,” ujar Samuel Siahaan salah satu narasumber.

“Dengan metode pembelajaran seperti ini, diharapkan peserta dapat menikmati proses pembelajaran dan merasakan bahwa belajar itu sesungguhnya menyenangkan, kemudian pengetahuan dan pemahamannya tentang konservasi alam tumbuh dengan baik, untuk selanjutnya terinspirasi melakukan aktivitas/kreatifitas yang positif di kehidupannya masing-masing sesuai dengan potensi dan talenta yang dimilikinya,” timpal Evansus, narasumber lainnya

Kegiatan pembelajaran masih akan dilanjutkan dalam 3 (tiga) kali pertemuan berikutnya, masing-masing tanggal 25 Oktober 2017, tanggal 31 Oktober 2017 dan tanggal 1 November 2017.

%d blogger menyukai ini: