SEMARAK HCPSN 2017

hcpsn

Pelepasliaran satwa dikawasan TWA Sibolangit oleh Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Kepala Balai Perlindungan dan Penegakan Hukum Wilayah Sumatera, Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe serta siswa/siswi SMP Negeri 2 Sibolangit (photo credit: evansus manalu)

Pagi itu, Rabu, 8 Nopember 2017, suasana keheningan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit dihebohkan oleh alunan suara sekumpulan siswa/siswi SMP Negeri 2 Sibolangit yang menyanyikan yel-yel lagu Mari Belajar Konservasi.

Diiringi gitar dan drum dari botol agua galon bekas, mereka melantunkan nada yang bukan hanya menghibur namun juga membangunkan semangat peserta upacara Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2017 Propinsi Sumatera Utara.

Siapa sebenarnya mereka ? Mereka adalah peserta Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA, kerjasama Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan SMP Negeri 2 Sibolangit.  Tidak hanya menyanyikan yel-yel, mereka pun membacakan puisi lingkungan, serta tak kalah menariknya ketika 2 interpreter muda berbakat tampil   menjelaskan tentang keberadaan kawasan TWA Sibolangit dan kampanye penyelamatan keanekaragaman hayati.

Penampilan siswa/siswi SMP Negeri 2 Sibolangit, merupakan bagian dari acara peringatan HCPSN Tahun 2017 Propinsi Sumatera Utara. Rangkaian kegiatan lainnya yang turut memeriahkan acara tersebut diantaranya, aksi bersih sampah di dalam kawasan TWA Sibolangit oleh siswa/siswi SMP Negeri 2 Sibolangit, penyerahan satwa liar dilindungi undang-undang dari masyarakat kepada pemerintah dalam hal ini Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pelepasliaran (release) satwa liar serta field trip siswa/siswi SMP Perguruan Amanah 1 Medan dan SMP Negeri 2 Sibolangit ke kawasan TWA Sibolangit.

Kepala Bidang Konservasi Wilayah I, Mustafa Imran Lubis, SP. selaku ketua panitia penyelenggara HCPSN melaporkan, satwa liar yang dilindungi undang-undang yang diserahkan dari masyarakat kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara berupa  1 ekor Anak Kucing hutan.

Sedangkan yang dilepasliarkan sebanyak 133 ekor  dengan rincian : 1 ekor Elang Hitam (Ictinaetus malayensis), 1 ekor Poksai Kepala Putih (Garrulax bicolor), 25 ekor Jalak Kapas dan 100 ekor Burung Brotok, dilepasliarkan di kawasan TWA Sibolangit, 4 ekor Kukang Sumatera (Nycticebus coucang) dilepasliarkan di kawasan TWA Sicike-cike Kabupaten Dairi dan 2 ekor Elang Bondol (Haliartus indus) di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Karanggading Langkat Timur Laut.

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., dalam sambutannya menyampaikan, momentum peringatan HCPSN yang setiap tahunnya dirayakan pada tanggal 5 Nopember, sejatinya sebagai momentum pengingat bagi kita semua akan perlunya menyelamatkan dan melestarikan puspa dan satwa Indonesai pada umumnya, dan khususnya Propinsi Sumatera Utara agar tetap eksis dan terhindar dari kepunahan.

“Untuk anak-anak kami pelajar SMP Negeri 2 Sibolangit dan SMP Perguruan Amanah 1 Medan yang saya kasihi, pesan Ibu kepada kalian generasi muda, belajarlah dengan baik, dan mulai sekarang tumbuhkanlah rasa kepedulian dan kecintaan terhadap puspa (flora) dan satwa (fauna) Indonesia. Dipundak anak-anak kamilah, kami menitipkan harapan untuk menjaga dan menyelamatkan puspa dan satwa di masa depan. Perlu Ibu sampaikan, mencintai khususnya satwa liar, bukan berarti memeliharanya, melainkan membiarkan dia hidup di habitat (alam)nya. Mencintai puspa dan satwa berarti pula menjaganya dari upaya-upaya yang mengganggu dan merusaknya, agar keberadaannya tetap lestari,” ujar Hotmauli menyemangati para pelajar yang mengikuti acara tersebut.

Hadir dalam peringatan ini Kepala Balai Perlindungan dan Penegakan Hukum Wilayah Sumatera, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., perwakilan UPT lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Sumatera Utara, Muspika Kecamatan Sibolangit, lembaga mitra kerjasama  Balai Besar KSDA Sumatera Utara, siswa/siswi SMP Negeri 2 Sibolangit dan siswa/siswi SMP Perguruan Amanah I Medan beserta dengan Kepala Sekolah dan guru-guru.

%d blogger menyukai ini: