PEMUSNAHAN BARANG BUKTI

IMG_20180110_183849

Sejumlah barang bukti satwa maupun bagian-bagiannya yang dilindungi undang-undang, hasil tindak pidana yang telah mendapat putusan Pengadilan Negeri Medan, seperti 1 (satu) ekor bangkai Harimau Sumatera dan 1 (satu) bagian cula Badak, dimusnahkan pada Rabu, 10 Januari 2018, sekitar pukul 18.00 wib, di Mako Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Macan Tutul Balai Gakkum LHK Sumatera.

Bersama itu juga turut dimusnahkan 1 (satu) ekor opsetan Harimau Sumatera, 2 (dua) ekor opsetan Penyu Sisik, 2 (dua) opsetan kepala Rusa berikut tanduk yang merupakan hasil penyerahan dari masyarakat serta hasil sitaan Kepolisian Sektor Medan Kota, dan 13 (tigabelas) kotak styrofoam lipan kering, 2 (dua) kotak styrofoam kulit ular kering, 1 (satu) kotak karton kulit ular kering yang diserahkan Balai Besar KSDA Sumatera Utara.

Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., mengatakan bahwa kasus cula Badak yang telah diputus Pengadilan Negeri Medan dengan memvonis terdakwa 2 tahun penjara dan denda Rp. 100 juta subsider 3 bulan kurungan, merupakan kasus pertama yang ditangani oleh Penyidik (PPNS) Balai Gakum LHK Wilayah Sumatera.

“Harapan kami agar melalui putusan dan pemusnahan barang bukti ini ada efek jera dan tidak ada lagi kasus satwa liar dilindungi berikutnya. Dengan demikian satwa dilindungi bebas dari tindakan perburuan ataupun pembunuhan,” ujar Edward.

Sementara itu, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., mengapresiasi kolaborasi yang harmonis antar instansi terkait di propinsi Sumatera Utara, dalam hal ini Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera, Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, dalam penanganan perkara berkaitan dengan tumbuhan dan satwa liar.

“Kegiatan pemusnahan bukan kali ini saja, melainkan telah dilakukan beberapa kali, seperti tahun 2017 yang lalu, telah dilakukan pemusnahan ratusan ekor Belangkas. Dan sebelumnya pada tahun 2015 ibu Menteri LHK melakukan pemusnahan 5 ton trenggiling hasil sitaan petugas kepolisian,” papar Hotmauli

Kepada awak media baik cetak maupun elektronik, Hotmauli menyampaikan pesan agar mempublikasikan kegiatan pemusnahan tersebut kepada masyarakat sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi, sehingga masyarakat semakin sadar untuk ikut serta melindungi tumbuhan dan satwa liar, khususnya yang dilindungi undang-undang.

Pemusnahan yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Negeri Medan, turut disaksikan Kasatgas Sumber Daya Alam (SDA) Jampidum Kejaksaan Agung RI, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera, Aspidum Kejati Sumatera Utara, dan Direskrimsus Polda Sumatera Utara serta jurnalis media cetak, media elektronik dan media online.

%d blogger menyukai ini: