PENANGANAN BARANG BUKTI

Sehubungan telah dilaksanakannya pemusnahan sejumlah barang bukti satwa maupun bagian-bagiannya yang dilindungi undang-undang, pada Rabu, 10 Januari 2018, di Mako Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Macan Tutul Balai Gakkum LHK Sumatera, dan khusus untuk Balai Besar KSDA Sumatera, penanganan terhadap barang bukti  yang berkaitan dengan satwa liar yang dilindungi maupun  yang tidak dilindungi (dalam keadaan mati atau bagian/organ tubuhnya), perlu kami informasikan sebagaimana diuraikan berikut ini:

  1. Terhadap bangkai Harimau Sumatera yang mati Kabupaten Labuhanbatu Utara, penanganannya saat ini masih sedang tahap offsetan (diawetkan) untuk tujuan pendidikan dan penyuluhan;
  2. Terhadap 2 (dua) ekor bangkai Harimau Sumatera yang mati di Kecamatan Sosopan Kabupaten Padang Lawas, pada tanggal 10 Juli 2017, penanganannya : 1 (satu) ekor telah dikuburkan dan 1 (satu) ekor masih dalam tahap offsetan (diawetkan) untuk tujuan pendidikan dan penyuluhan;
  3. Terhadap organ tubuh Harimau Sumatera yang mati di Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara, telah dilakukan uji laboratorium untuk memastikan bahwa organ tubuh dimaksud benar organ tubuh Harimau Sumatera. Mengingat penanganan proses hukumnya berada di Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, maka organ tubuh tersebut diserahkan kepada pihak Polda Sumatera Utara sebagai barang bukti;
  4. Terhadap Kepala/tanduk rusa yang disita dari sebuah salon di Kota Medan, saat ini keberadaannya di Pusat Informasi Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, yang digunakan sebagai bahan edukasi dan penyuluhan bagi pengunjung;
  5. Terhadap gading “Gajah Dion” (almarhum), saat ini masih berada di kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan nantinya akan dititipkan di Pusat Informasi Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC), sebagai bahan edukasi dan penyuluhan;
  6. Terhadap ratusan lembar kulit ular yang disita di pelabuhan laut Belawan, pada tanggal 30 Mei 2017, saat ini berada di kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan penanganannya masih dalam koordinasi serta menunggu petunjuk/arahan dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem;
  7. 13 (tigabelas) kotak styrofoam lipan kering, 2 (dua) kotak styrofoam kulit ular kering dan 1 (satu) kotak karton kulit ular kering, ikut dimusnahkan pada tanggal 10 Januari 2018, yang lalu.

Demikian informasi dan penjelasan ini kami sampaikan. (Sub Bagian Data, Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar KSDA Sumatera Utara).

%d blogger menyukai ini: