PENANGANAN KONFLIK DENGAN BUAYA

buaya

Buaya yang berhasil ditangkap warga Kelurahan Negeri Lama Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, 20 Januari 2018 (photo credit: darmawan)

Bermula dari laporan Camat Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, tentang tertangkapnya seekor buaya oleh warga masyarakat. Menyahuti laporan tersebut, Tim Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidempuan, yang dipimpin langsung Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang, Darmawan, S.Hut., M.Sc., turun ke lapangan.

Tim berkoordinasi dengan pihak Polsek Bilah Hilir,  Kelurahan Negeri Lama, Koramil, Kepala Lingkungan Titi Panjang Hulu serta pihak Kecamatan Bilah Hilir. Didapat informasi bahwa seekor buaya yang kerap kali muncul sebuah sungai lokasi pemandian warga, pada sabtu, 20 Januari 2018, ditangkap salah seorang warga bernama Syahrul. Dan saat itu kondisinya terikat dibelakang rumah Sdr. Syahrul.

Menurut kepercayaan warga masyarakat Kelurahan Negeri Lama, Buaya dianggap  sebagai binatang keramat sehingga keberadaannya di alam tidak boleh diganggu, dan meminta kepada petugas agar buaya yang ditangkap tesebut segera dilepasliarkan kembali.

Dari hasil identifikasi Tim, buaya tersebut termasuk jenis Buaya Muara (Crocodylus Porosus) dengan panjang sekitar 1,5 meter, dan diperkirakan berumur 1-2 tahun. Setelah melalui diskusi dengan aparat serta tokoh masyarakat setempat, akhirnya satwa buaya dilepasliarkan kembali ditempat satwa dimaksud ditangkap, yaitu di Sungai Bilah Hilir, Kecamatan Bilah Hilir.

“Kita juga menghimbau kepada warga masyarakat untuk selalu berhati-hati disaat melakukan aktifitas di sungai. Juga agar tidak menangkap, memelihara apalagi memperdagangkan satwa liar (termasuk buaya) tanpa ijin dari pihak terkait. Bila dikemudian hari terjadi lagi konflik dengan satwa buaya, agar segera melaporkan kepada petugas dan tidak melakukan tindakan yang justru dapat membahayakan satwa ataupun manusia,” ujar Darmawan.

%d blogger menyukai ini: