MENCARI JEJAK HARIMAU DI DOLOK SURUNGAN

harimau trap

Harimau tertangkap camera trap di SM Dolok Surungan (photo credit: lisbeth manurung)

Suaka Margasatwa (SM) Dolok Surungan yang membentang di wilayah Kabupaten Toba Samosir (meliputi wilayah Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Habinsaran, Parsoburan dan Parhitean) serta sebagian berada di Kabupaten Labuhan Batu Utara, merupakan habitat penting bagi hidup dan berkembang biaknya satwa liar terutama Tapir dan Harimau Sumatera.

Perjumpaan terhadap satwa-satwa liar yang ada di dalam kawasan SM Dolok Surungan ini merupakan peristiwa yang langka. Oleh karena itu, berbagai upaya mencari jejak satwa liar tersebut dilakukan, khususnya oleh Bidang Konservasi Wilayah II Pematang Siantar, termasuk melalui pemasangan Camera trap.

Hasilnya…? tidak sia-sia, ketika Tim Patroli Perlindungan Habitat dan Populasi Harimau Sumatera dari Resort Konservasi Wilayah SM. Dolok Surungan I bersama dengan lembaga mitra kerjasama TIME (Tindakan Investigasi Memantau Ekosistem), melakukan pengecekan camera trap yang dipasang di dalam kawasan, si raja hutan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tertangkap/terekam camera sedang melintas.

Penampakan Harimau Sumatera ini terekam sebanyak 2 (dua) kali. Yang pertama,  pada Jumat,  3 Pebruari 2018, sekitar pukul 13.56.50 Wib, dan yang kedua, pada Senin, 6 Pebruari 2018, sekitar pukul 06.02.03 Wib. Petugas memastikan bahwa kedua harimau yang tertangkap camera tersebut berbeda satu dengan lainnya, ini dilihat dari pola belang/loreng yang ada di tubuhnya.  Diperkirakan yang satu berjenis kelamin jantan, dan satunya lagi berjenis kelamin betina.

Penemuan ini menjadi sesuatu yang istimewa karena populasinya di alam yang semakin berkurang. Namun disisi lain,  menjadi tugas dan tanggung jawab semua pihak untuk tetap mempertahankan kelestarian kawasan SM Dolok Surungan sebagai habitat dari Harimau Sumatera yang masih ada. Untuk itu slogan “Lestarikan SM Dolok Surungan Dongan” harus terus digaungkan demi kelestarian Harimau Sumatera.

%d blogger menyukai ini: