TWA Sicike-cike Jadi Destinasi Wisata Sumatera Utara

Pernahkah menikmati wisata alam dengan keragaman potensi serta keunikan, yang membuat serasa berada di taman eden ? Kalau belum, saatnya  untuk berkunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike, surganya wisata konservasi alam Sumatra Utara.

Taman Wisata Alam Sicike-cike  salah satu kawasan konservasi yang berada di propinsi Sumatra Utara, tepatnya di Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan.

Khusus dari Kota Sidikalang, ibukota Kabupaten Dairi, jaraknya  sekitar 21 km, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit sampai di kantor resort Konservasi wilayah Taman Wisata Alam Sicike-cike. Untuk menuju kantor resort dapat menggunakan angkutan umum, yang hanya ada pada setiap hari Rabu dan Sabtu, sedangkan diluar kedua hari tersebut, direkomendasikan sebaiknya menyewa angkutan umum. Kemudian,  dari kantor resort, dengan berjalan kaki sekitar 2,5 km, dan waktu tempuh 30-40 menit, akhirnya sampai di kawasan Taman Wisata Alam Sicike-cike.

Taman Wisata Alam Sicike-cike berada pada kisaran ketinggian 1350-1500 mdpl, sehingga berada pada iklim dingin dan sejuk. Panorama di dalam hutan berupa susunan pepohonan yang rapat, didominasi pohon sampinur tali, sampinur bunga, haundolog, meang, rotan dan kemenyan.

Puas menikmati keragaman flora, pengunjung masih dimanjakan lagi  dengan suara-suara fauna yang saling bersahutan, baik itu siamang (Presbytis thomasi) maupun kicauan burung-burung, termasuk burung enggang (Buceros sp.).

Pada waktu-waktu tertentu, pengunjung pun dapat menikmati pemandangan puluhan dan bahkan ratusan itik liar/menthok rimba (Cairina scutulata) saat mandi dan bercengkerama  di danau yang ada di dalam kawasan,lalu terbang bersama-sama berpindah ke tempat lainnya.

Cukup ? Belum, Taman Wisata Alam Sicike-cike juga memiliki 3 danau yang airnya tidak bertambah dan juga berkurang meskipun musim penghujan maupun musim kemarau. Di ketiga danau ini juga tidak dijumpai adanya aliran air/anak sungai yang menjadi sumber pasokan air. Danau ini menjadi salah satu tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat suku Pakpak – Dairi.

Dulu danau ini menurut legendanya adalah perkampungan asal muasal suku Pakpak-Dairi. Akibat perbuatan anak yang tidak menghormati orangtuanya, terjadilah kutukan pada diri anak tersebut dan pada akhirnya terbentuklah Danau Sicike-cike.

Dari ketiga danau, di danau I, oleh suku Pakpak-Dairi secara periodik digunakan untuk tempat melaksanakan ziarah sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang dianggap sakral.

Untuk menuju lokasi ketiga danau tersebut, waktu tempuh dari batas kawasan sekitar 30 menit menuju danau I. Dari danau I menuju danau II waktu yang ditempuh sekitar 50 menit, dan dari danau II ke danau III waktu tempuhnya sekitar 35 menit. Perjalanan ke danau-danau tersebut dijamin tidak membosankan, karena disepanjang perjalanan pengunjung dapat menikmati keindahan beragam jenis anggrek tanah dan kantung semar, serta tegakan pohon yang memberi kerindangan dan kesejukan.

Selain potensi danau, di dalam kawasan juga bisa dijumpai air terjun yang tidak kalah menariknya dan oleh beberapa pengunjung selain dijadikan sebagai lokasi istirahat sembari membasuh wajah dengan air segar, juga dijadikan lokasi hunting foto.

Komplitnya potensi dan keunikan yang terkandung di dalam kawasan Taman Wisata Alam Sicike-cike, menjadikan kawasan ini sangat memungkinkan diberdayakan dan dikembangkan untuk berbagai peruntukan. Pengembangannya sebagai objek wisata tentunya sangat tepat karena potensi alam yang ada (baik flora, fauna maupun potensi wisata dan keunikan) cukup mendukung.

Selain itu, kawasan Taman Wisata Alam Sicike-cike juga dapat dikembangkan sebagai pusat pembelajaran konservasi alam. Potensi keragaman hayati yang luar biasa dan didukung dengan proses ekologis yang terpelihara sangat baik menjadikan kawasan ini layak untuk didesain sebagai laboratorium alam yang bertujuan bukan hanya untuk meningkatkan pengetahuan melainkan juga pemahaman dan kesadaran pelajar, mahasiswa dan generasi muda tentang konservasi alam dan lingkungan hidup.

Demikian juga dengan profesi fotografer kawasan inipun memiliki dan menawarkan momen-momen keindahan serta keunikan alam yang dapat menjadi sasaran bidikan kamera.

Keberadaan kawasan ini sebagaimana diuraikan diatas, sejatinya membawa harapan baru bagi dunia wisata di propinsi Sumatra Utara. Kawasan ini tentunya akan menjadi alternatif destinasi wisata disamping objek wisata unggulan lainnya. Tunggu apalagi ? Mari segera kunjungi Taman Wisata Alam Sicike-cike ! (Evansus Renaldi, Analis Data Kehumasan BBKSDA Sumatera Utara)

TWA Sicike-cike

Danau di TWA Sicike-cike (photo credit: alfianto siregar)

%d blogger menyukai ini: