KELAHIRAN ANAK KUKANG

111111111111

induk kukang melindungi anaknya di perut

Sibolangit, 4 Juni 2018

Kabar gembira kelahiran anak Kukang Sumatera (Nycticebus coucang) datang dari Direktur Eksekutif Indonesian Species Conservation Program (ISCP), melalui suratnya yang ditujukan kepada Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Untuk melihat langsung kondisi bayi dan induknya, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara menugaskan tim meninjau lokasi Pusat Rehabilitasi Kukang ISCP, di Desa Rumah Pil pil, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat, 1 Juni 2018.

Butuh ketahanan fisik dan nafas yang prima untuk mencapai lokasi Pusat Rehabilitasi Kukang. Jalan setapak yang terjal dan licin, harus dilalui dengan sangat hati-hati, karena disebelah kiri maupun kanan jalan ada jurang. Namun suasana hutan yang sejuk, membuat perjalanan sekalipun meletihkan tapi tetap menyenangkan.

“Ada filosofi dalam mendesain tempat ini. Kami sengaja membuat jalan yang sedikit berat menuju lokasi ini, maksudnya supaya orang sadar dan mengerti bahwa bicara konservasi bukanlah pekerjaan yang mudah, namun penuh tantangan dan butuh kerja keras,” ujar Rudianto Sembiring, Direktur Eksekutif ISCP yang mendampingi Tim.

Tiba di lokasi, ada sekitar sepuluh kandang jerajak kawat, ukuran kecil yang tersusun rapi sebagai tempat penampungan sementara satwa kukang titipan sebelum dilepasliarkan (direlease). Kandang dibuat sedemikian rupa dikelilingi rimbunnya pepohonan, seolah-olah kukang berada di habitat (hutan) alami.

Dari kesepuluh kandang, tiga diantaranya terisi oleh 4 (empat) individu kukang (3 dewasa dan 1 anakan/bayi). Kandang induk beserta anaknya diapit oleh dua kandang kukang berkelamin jantan. “Semua prosesnya secara alami, mulai dari proses kehamilan sampai kukang melahirkan. Menurut estimasi kami, diperkirakan bayi kukang ini lahir pada tanggal 19 Mei 2018. Dan sampai sekarang kondisi induk dan anaknya dalam keadaan sehat dan baik,” ujar Rudianto.

Induk kukang sangat sensitif melihat kedatangan tim. Memandangi setiap orang dengan tatapan curiga. Tersirat wajah ketakutan, anaknya pun didekap kemana-mana untuk melindunginya. Sifat liarnya masih terlihat dengan gerakan yang berputar-putar disekitar kandang, mencari jalan keluar.

Perlu juga diinformasikan, bahwa induk kukang merupakan penyerahan dari seorang warga Desa Derek, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang kepada Kepala Resort Konservasi Wilayah CA./TWA. Sibolangit, pada tanggal 27 Oktober 2017, dan selanjutnya dititipkan ke Pusat Rehabilitasi Kukang ISCP.

Sepengetahuan Rudianto, peristiwa kelahiran anak Kukang Sumatera baik di lokasi Pusat Penampungan Satwa atau Pusat Rehabilitasi Satwa, maupun di lembaga konservasi yang ada di Propinsi Sumatera Utara, baru ini yang pertama kali terjadi.

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, melalui Kepala Bidang Teknis, Irzal Azhar, menyampaikan apresiasi atas kelahiran bayi kukang tersebut. Tidak lupa juga beliau menghimbau warga masyarakat yang masih memiliki dan atau memelihara jenis-jenis satwa yang dilindungi undang-undang, termasuk Kukang Sumatera, agar segera dengan sukarela menyerahkan  satwa peliharaan tersebut ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara maupun Ke Bidang/Seksi Konservasi Wilayah yang ada di Kabupaten-kabupaten di Sumatera Utara, guna direlease (dilepasliarkan) ke habitatnya. (Evan)

%d blogger menyukai ini: