Pelepasliaran Satwa Menyambut HKAN 2018

kucing hutan

Kucing Hutan usai dilepasliarkan

TWA Danau Sicike-cike, 12 Juli 2018.

Pasca Peringatan Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2018 di Suaka Margasatwa Langkat Timur Laut/Karang Gading, kali ini dalam rangka menyambut peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2018, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan, diantaranya pelepasliaran satwa liar yang dilindungi undang-undang.

Adapun Satwa liar yang direlease (dilepasliarkan) berjumlah 4 individu, terdiri dari 3 (tiga) individu Kukang Sumatera  (Nyticebus coucang) dan 1 (satu) individu Kucing Hutan (Felis bengalensis), yang dilepasliarkan di kawasan Taman Wisata Alam Danau Sicike-cike pada tanggal 12 Juli 2018.

Satwa tersebut merupakan penyerahan masyarakat kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan sebelum direlease telah menjalani proses perawatan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) TWA Sibolangit. Berdasarkan rekomendasi dokter hewan di PPS TWA Sibolangit, satwa-satwa tersebut dinyatakan layak untuk dilepasliarkan kehabitat alaminya.

Tema HKAN 2018 yaitu “Harmonisasi Alam dan Budaya”. Keberadaan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Sicike-cike sebagai habitat dari berbagai  satwa liar juga menjadi pusat ritual budaya suku Pakpak Dairi, khusunya Sulang Silima Sipitu Marga, sehingga tema ini sangat tepat dalam upaya pelestarian kawasan TWA Sicike-cike agar terjaga harmonisasi antara kawasan dengan budaya.

Release satwa Liar di kawasan TWA Sicike-cike dihadiri oleh Kepala Seksi Perencanaan  Perlindungan dan Pengawetan Amenson Girsang, SP , Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang Tuahman Raya, S.Sos, Kepala Resort CA/TWA Sibolangit Samuel Siahaan, SP serta Direktur Lembaga ISCP Rudianto Sembiring. Sebelum pelepasliaran pada 3 (tiga) individu Kukang terlebih dahulu dipasang/dikalungkan Colar TRX.165. RECEIVER dan transmiter (colar) Num kitted di bagian leher satwa oleh tim medis PPS TWA Sibolangit dibantu ISCP. Pemasangan Colar dimaksudkan untuk memonitor pergerakan satwa pasca dilepasliarkan. (Samuel Siahaan, SP/PEH).

%d blogger menyukai ini: