KEMAH KONSERVASI 2018 DI ARAS NAPAL 242

kk 2018888

Poto bersama Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama para undangan dan peserta Kemah Konservasi (photo credit : ade)

Medan, 3 Oktober 2018

Balai Besar KSDA Sumatera Utara kembali menyelenggarakan kegiatan Kemah Konservasi Tahun 2018, yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 27 s/d 29 September 2018, di  Aras Napal 242 Desa Bukit Mas Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Pembukaan dilaksanakan oleh Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara pada  Kamis, 27 September 2018, dihadiri oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, UPT. KPH Wilayah I Langkat/Deli Serdang, Camat Besitang, Kepala Desa Bukit Mas, Ketua BKPM Bukit Mas, Ketua LPMD Bukit Mas, tokoh masyarakat, dan peserta Kemah Konservasi baik Kader Konservasi Sumatera Utara  maupun dari Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) serta Siswa Pencinta Alam (Sispala).

botol

Pemberian Botol Minum untuk meminimalisir sampah plastik (photo credit : ade)

Dalam sambutannya, Hotmauli menyampaikan pentingnya mengendalikan sampah plastik mengingat sampah plastik sangat berbahaya dan sulit terurai. Dalam kesempatan ini juga peserta diberikan botol minum yang bisa di isi ulang untuk meminimalisir adanya sampah plastik. Dijelaskan juga lokasi Kemah Konservasi di Aras Napal 242 karena lokasi ini memiliki luasan 242 hektar.

 “Kelompok Pecinta Alam (KPA) umumnya merupakan generasi muda, sebagai sumber daya manusia yang potensial sehingga perlu mendapat perhatian dan bimbingan, guna meningkatkan dan mengembangkan dirinya untuk berperan dalam Program Pembangunan Nasional, khususnya program pelestarian sumber daya alam dan ekosistemnya. Ada 3 pilar dari Konservasi, yaitu Perlindungan, Pengawetan, dan Pemanfaatan. Perlu diingat, memanfaatkan itu harus bijaksana dan lestari. Jangan sampai sungai yang ada di Besitang ini tidak dapat lagi dinikmati  oleh cicit kita nantinya, karena pemanfaatan yang tidak bijaksana.. Untuk itulah kegiatan kemah konservasi yang berlangung selama 3 hari ini, ingin kami tanamkan kepada generasi muda guna memahami konservasi dengan sebaik-baiknya”. Ujar Hotmauli

Lebih lanjut Hotmauli mengingatkan, bahwa Konservasi di Indonesia saat ini mengalami permasalahan yang sangat serius, terutama adanya aktivitas perambahan, alih fungsi lahan, perburuan tumbuhan maupun satwa liar, serta permasalahan-permasalahan lainnya. Oleh karena itu, Balai Besar KSDA Sumatera Utara sebagai UPT Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, berupaya untuk menggandeng para kader konservasi dan kelompok pecinta alam untuk bersinergi dalam upaya konservasi sumber daya alam di Sumatera Utara.

Harapannya Kemah Konservasi ini mampu membuka cakrawala generasi muda untuk ikut serta melestarikan hutan dan satwa-satwa liar. Dan semoga peserta Kemah Konservasi pulang dengan membawa segudang informasi yang bermanfaat untuk diterapkan nantinya.

Materi Kemah Konservasi Balai Besar KSDA Sumatera Utara Tahun 2018 selama 3 hari, meliputi : pemaparan materi oleh beberapa narusumber yang dilanjutkan dengan diskusi, pemutaran film konservasi, lomba lintas wisata alam, games, sharing pengalaman, penanaman pohon dan aksi  bersih, serta pemberian hadiah Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Tahun 2018. Dalam rangkaian Kemah Konservasi juga dilaksanakan pelepasliaran satwa liar yang dilindungi jenis Kukang Sumatera (Nycticebus coucang ) sebanyak 4 individu yang terdiri dari 2 individu Jantan dan 2 individu betina.(Ade Yunita).

cucang

Kukang Sumatera (Nycticebus coucang) ketika dilepasliarkan  (photo credit : ernest)

%d blogger menyukai ini: