PESONA ANGGREK DAN TANAMAN HIAS DI TWA DANAU SICIKE-CIKE

 

cike1

Calanthe pulchara salah satu bunga anggrek yang ada di TWA Sicike cike

Sicike-cike, 11 Oktober 2018

          Pernahkah anda merasakan sensasi berada ditengah kawasan hutan yang dipenuhi dengan berbagai koleksi tanaman anggrek hutan, kantong semar dan tanaman hias ? kalau belum, ikuti laporan reportase kami di TWA Sicike-cike berikut ini.

          Cuaca pagi yang cerah mengiringi langkah  memasuki kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Sicike-cike, yang terletak di Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, pada Selasa 26 September 2018. Kicauan burung-burung dan deru air sungai Pandaroh (Lae Pandaroh), menyambut seolah ingin menyatakan selamat datang.

          Tiga jembatan beton dilalui, untuk dapat sampai di jalan trail yang menjadi penghubung jalan menuju ke Danau I. Jalan trail sepanjang ± 748 meter, terbuat dari papan-papan, yang tersusun rapi, menjadi jalan utama untuk dapat menikmati perjalanan sambil mengamati sensasi potensi yang ada di kawasan. Jalan yang dibangun pada tahun 2017 dan 2018, dimaksudkan untuk memanjakan dan memberikan rasa nyaman bagi pengunjung.

          Baru ± 50 meter perjalanan, pemandu/petugas Resort TWA Danau Sicike-cike, pak Bergiat Sembiring, memperkenalkan salah satu bunga anggrek yang tumbuh disebelah kanan jalan. Anggrek yang bernama latin Pabihiopedilum tonsum dengan tinggi batang sekitar 1 meter dari permukaan tanah. Kuntum anggrek yang sedang mekar ini sangat menawan.

cike3

Pabihiopedilum tonsum

Tidak jauh dari tumbuhnya anggrek Pabihiopedilum tonsum, berdiri tegar pohon kemenyan, yang ternyata multi manfaat, dimana getahnya bisa digunakan sebagai obat, dan bunganya oleh kelompok etnis  sulang silima sipitu marga dipakai sebagai salah satu bahan pemujaan saat melakukan acara ritual, karena mengeluarkan aroma wewangian.

cike4

Bahan-bahan yang di gunakan ketika melakukan acara ritual di TWA. Sicike cike

Oh..ya, kawasan TWA Danau Sicike cike, memiliki 3 danau, dan keberadaan danau-danau ini oleh suku/etnis masyarakat Pakpak Bharat, yang dikenal dengan Sulang Silima Sipitu Marga, meyakini memiliki historis asal muasal etnis tersebut, sehingga keberadaannya dijaga dan pada waktu-waktu tertentu kelompok-kelompok etnis ini melakukan acara ritual di Danau I.

cike5

Danau I yang terdapat di TWA. Sicike cike

Semakin ke dalam memasuki kawasan, semakin beragam tumbuhan (flora) yang dijumpai. Sejumlah anggrek baik yang besar maupun kecil tumbuh menempel pada beberapa pohon yang ada, seperti :

cike7

Dendrobium cannatum

cike8

Eria sp

cike9

Bulbopholyum sp

cike1

Calanthe pulchara

dan jenis-jenis lainnya.

          Tidak jauh dari Danau I, giliran tumbuhan Kantong Semar (Nephentes) yang dominan ditemukan. Ada yang tumbuh menjulur/menggantung di ranting-ranting pohon, dan ada juga yang tumbuh dilantai (ditanah) diantara tumbuhan lumut-lumutan. Merasa betah, sehingga butuh waktu yang cukup lama untuk menikmati keindahan tumbuhan yang beragam warna dan corak ini.

cike2

Nepenthes spectabilis Danser

Tidak hanya itu, tanaman hias dan tanaman obat-obatan, juga melengkapi keragaman flora yang ada di kawasan, beberapa diantaranya adalah Pakurani (tanaman hias sekaligus tanaman obat yang digunakan sebagai minyak urut bagi masyarakat suku Karo), Bunga Kiong (tanaman hias yang juga tanaman obat untuk sesak napas), Gagatan Harimau (tanaman yang digunakan untuk menambah energi/tenaga), dan yang lainnya, sebagaimana dijelaskan  pemandu, bapak Hotber  Sianturi.

Dihampir sepanjang jalan, juga tertanam rapi lumut-lumutan dengan berbagai warna, seperti : hijau, putih, orange, dan merah. Keberadaan lumut yang beragam warna ini memberikan pesona tersendiri.

cike6

Lumut (Licen)

Berburu pesona anggrek dan tanaman hias ini, meskipun telah menyita waktu ± 5 jam, namun sedikitpun tidak merasa bosan dan lelah. Kekaguman akan keragaman potensi tersebut membuat rasa penat terobati. Ingin rasanya melanjutkan, namun menimbang cuaca, yang setiap sore hari turun hujan, menyebabkan perburuan dihentikan.

          Untuk mendukung kunjungan ke TWA Danau Sicike-cike, menurut penjelasan Kepala Resort Konservasi Wilayah TWA Danau Sicike-cike, Senang Sigiro, didalam kawasan dilengkapi fasilitas sarana prasarana, selain jalan/jembatan trail, ada juga gapura, kamar mandi dan shelter.

          Perburuan pesona anggrek dan tanaman hias ini bukanlah yang terakhir, tetapi merupakan awal untuk menjadwal kembali kunjungan berikutnya. Kalau anda juga ingin merasakan sensasi pesona keragaman hayati di TWA Danau Sicike-cike, tunggu apalagi… segeralah kunjungi kawasan TWA Danau Sicike-cike… AYO NIKMATI KEINDAHAN TWA DANAU SICIKE-CIKE… (Evansus Renandi manalu)

%d blogger menyukai ini: