KREASI SAMPAH DI TWA SIBOLANGIT

kreasi

a) Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH., memimpin penyerahan tumbler (tempat/botol air minum) kepada perwakilan siswa/pelajar. b) peserta sedang mengkreasikan daur ulang sampah.

Sibolangit, 24 Oktober 2018

          Geliat Resort CA/TWA. Sibolangit sebagai salah satu Role Model pengelolaan kawasan konservasi di wilayah kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Utara, dengan mengusung tema “Wisata Edukasi Konservasi Lingkungan (Ekoling)” masih terus berlanjut.

          Kali ini digelar kegiatan Lomba Kreasi Daur Ulang Sampah untuk pelajar tingkat SMP, pada Senin, 22 Oktober 2018, di kawasan TWA Sibolangit. Lomba ini diikuti oleh 22 kelompok peserta, dari 9 sekolah SMP dan sederajat, yang berasal dari  Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Karo dan Kota Medan,   yaitu : SMP Negeri 2 Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, SMP Negeri 2 Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang, SMP Negeri 2 Sunggal Kabupaten Deli Serdang, SMP Swasta RK Deli Murni Bandar Baru Kabupaten Deli Serdang, SMP Swasta LKMD Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, SMP Swasta Alam Leuser Desa Bukit Mas Kabupaten Langkat, SMP Swasta Advent Barus Julu Kabupaten Karo, SMP Swasta Siti Hajar Kota Medan dan MTs Miftahussalam Kota Medan.

          Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang diwakili Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Lomba Kreasi Daur Ulang Sampah selain sebagai kegiatan edukasi, juga dimaksudkan untuk promosi TWA Sibolangit kepada masyarakat, khususnya generasi muda/pelajar.

          Lebih lanjut, Herbert juga mengingatkan peserta lomba sebagai generasi muda khususnya pelajar, tentang dampak yang ditimbulkan dari sampah terutama sampah plastik.

“Adik-adik perlu mengetahui bahwa sampah yang terbuat dari bahan plastik butuh waktu puluhan tahun untuk dapat terurai di alam. Demikian juga bahan yang terbuat dari styrofoam membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat diurai di alam. Oleh karena itu, kita perlu bijak dalam menggunakan bahan-bahan agar mengurangi beban bumi dari persoalan sampah,” ujar Herbert.

Pada kesempatan itu, kepada peserta lomba dan tamu/undangan dibagikan tumbler (tempat/botol minuman), yang menurut ketua panitia Samuel Siahaan, SP. (Kepala Resort CA/TWA Sibolangit),  merupakan bentuk kampanye guna mengurangi sampah plastik dari pemakaian minuman kemasan plastik. “Dengan penggunaan tumbler ini nantinya diharapkan tumbuh kesadaran untuk ikut menjaga bumi ini dari tumpukan sampah plastik”, jelas Samuel.

Kegiatan yang berlangsung selama 1 hari, turut dihadiri Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Sumatera Utara, Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Kecamatan Sibolangit, Kepolisian Sektor Pancur Batu, praktisi bank sampah Sumatera Utara, serta lembaga mitra kerjasama Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Rangkaian kegiatan lainnya berupa penyerahan 1 (satu) individu Kucing Hutan dari warga masyarakat kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan wisata Ekoling SMP Swasta Siti Hajar Medan.

Diakhir lomba diumumkan pemenang Lomba Kreasi Daur Ulang Sampah hasil penilaian tim juri, masing-masing : juara I SMP Negeri 2 Pancur Batu, juara II SMP Negeri 2 Sunggal, juara III SMP Swasta RK Deli Murni Bandar Baru, harapan I SMP Swasta Alam Leuser Bukit Mas, harapan II SMP Swasta Siti Hajar Medan, dan harapan III SMP Negeri 2 Sibolangit. (Evan)

%d blogger menyukai ini: