Sosialisasi Naskah Perjanjian Kerjasama

kerjasama
Suasana sosialisasi

Pematangsiantar, 11 Desember 2018

           Suaka Margasatwa (SM) Dolok Surungan merupakan kawasan konservasi dibawah pengelolaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Sumatera Utara. Pada tahun 1974, ditetapkan statusnya sebagai Suaka Margasatwa (SM) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 43/Kpts/Um/2/1974 tanggal  2 Februari 1974, dengan luas 23.800 Hektar.

Keberadaan kawasan hutan konservasi SM Dolok Surungan sangat penting bagi kelangsungan kehidupan umat manusia, sehingga keberadaanya perlu dilindungi, dan dilestarikan, mengingat manfaatnya sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan, mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, memelihara kesuburan tanah dan masih banyak manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat yang tinggal disekitar kawasan hutan konservasi SM Dolok Surungan.

Dengan keluarnya Peraturan Dirjen KSDAE No.P.6/KSDAE/SET/Kum.1/6/2018, tentang Petunjuk Teknis Kemitraan Konservasi Pada Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, maka Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di daerah, dalam hal ini Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, membentuk pola kerjasama kemitraan konservasi melalui pemberdayaan masyarakat lokal.

Masyarakat lokal dipandang dapat memegang peran penting dalam keberhasilan pengelolaan kawasan hutan konservasi. Melalui kerjasama kemitraan konservasi, diharapkan kedepannya dapat mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan penguatan tata kelola dan kelestarian keanekaragaman hayati.

         Mengacu pada Peraturan Dirjen KSDAE tersebut,  Balai Besar KSDA Sumatera Utara, sebagai instansi pengelola kawasan mengembangkan pola kemitraan konservasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat, diantaranya berupa pemberian akses pemungutan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) secara lestari.

         Kelanjutannya, pembentukan kelompok tani sebagai mitra konservasi difasilitasi Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan merujuk kepada syarat dan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Dirjen KSDAE No.6/KSDAE/Kum.1/6/2018. Kedua kelompok tani binaan tersebut adalah Kelompok Tani Lammaju dan Kelompok Tani Simardasar.

         Kelompok Tani Lammaju terdiri dari 46 anggota, diketuai oleh Saor Siagian, berdasarkan SK Kepala Desa Nomor : 001/DLP/VIII/2018 tanggal 31 Mei 2018, beralamat di Desa Lumban Pinasa Saroha Kecamatan Habinsaran Kabupaten Toba Samosir. Sedangkan Kelompok Tani Simardasar, terdiri dari 45 orang anggota, diketuai oleh Darman Pardosi, berdasarkan SK. Kepala Desa Nomor : 20/St/LPS/2018 tanggal 6 Juni 2018, beralamat di Desa Lumban Pinasa Saroha Kecamatan Habinsaran Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara.

         Sesuai ketentuan, maka perumusan perjanjian kerjasama antara Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan kelompok tani harus  dituangkan dalam bentuk naskah, dan naskah Perjanjian Kerjasama ini wajib disosialisasikan terlebih dahulu sebelum mendapat pengesahan dari Direktorat Jenderal KSDAE.

         Atas dasar itulah, pada Jumat,  28 November 2018, di Balai Desa Lumban Pinasa Saroha, dilaksanakan Sosialisasi Naskah Perjanjian Kerjasama antara Balai Besar KSDA Sumatera dengan Kelompok Tani Lammaju dan  Kelompok Tani Simardasar. Kedua kelompok tani duduk bersama membahas naskah perjanjian kerjasama tersebut, yang disampaikan oleh tim dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara sebagai narasumber masing-masing : Kepala Sub Bagian Program dan Kerjasama (Elvina Rosinta D., S.Hut. M.I.L), Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan, dan Pengawetan (Amenson Girsng, SP.), didampingi staf dari kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar.

          Diskusi berjalan lancar dan tanpa hambatan. Diakhir acara kedua  kelompok tani sepakat serta menyetujui rumusan naskah perjanjian kerjasama yang telah dibuat dan ditindaklanjuti dengan penandatanganan Surat Pernyataan dari masing-masing pengurus kelompok tani, yang intinya anggota kelompok bersedia dan siap menaati dan mengikuti arahan/petunjuk dari BBKSDA Sumatera Utara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan akan bertanggung jawab menjalankan amanah menjaga kelestarian kawasan hutan konservasi SM Dolok Surungan. (Melinda Lumban Toruan).