Menghalau Harimau Sumatera di Saipar Dolok Hole

WhatsApp Image 2019-02-12 at 15.31.17

Jejak Harimau Sumatera berada di sebelah kiri dan kanan parang

Padangsidimpuan, 13 Februari 2019

          Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis) turun ke pemukiman warga, dan kali ini tempat kejadian perkara (TKP) nya adalah Kampung Sibatang Garut Desa Batang Parsuluman, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan.

          Turunnya Harimau Sumatera ke pemukiman ini menyebabkan terjadinya konflik di masyarakat. Menurut laporan kepala desa, penampakan harimau pertama kali pada Selasa, 5 Februari 2019, yang memangsa 2 ekor kambing milik warga. Berlanjut, tanggal 11 Februari 2019, harimau kembali menyambangi pemukiman warga dan lagi-lagi memangsa 2 (dua) ekor kambing dari kandangnya.

WhatsApp Image 2019-02-12 at 15.31.16 (1)

Kandang kambing milik warga dalam keadaan kosong setelah terjadi gangguan Harimau

           Harimau yang berkeliaran di perkampungan warga diperkirakan sebanyak 3 (tiga) individu, yaitu 2 dewasa dan 1 anak. Beberapa jejak kaki harimau ditemukan tepatnya pada koordinat N 01o53’18,0” dan E 099o22’17,8”. Mendapat laporan warga,  Tim Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan turun langsung ke lokasi dan melakukan tindakan berupa pengumpulan keterangan dari warga, mengecek lokasi kandang kambing dan jejak kaki harimau serta keadaan/kondisi di sekitar lingkungan pemukiman warga.

          Selama Tim berada di lokasi, harimau tak kunjung datang/kelihatan, selanjutnya Tim memberikan pelatihan penanganan awal kepada warga apabila melihat harimau kembali, dengan cara membuat bunyi-bunyian (jenduman), serta memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada warga agar tetap waspada, tidak beraktivitas sendiri dan segera melaporkan kepada Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan bila harimau muncul kembali.

          Balai Besar KSDA Sumatera Utara berharap dukungan dan partisipasi semua  pihak baik instansi pemerintah terkait, lembaga peduli konservasi satwa, dan warga masyarakat, untuk secara bersama menangani permasalahan konflik dengan satwa liar, sehingga dapat dihindari jatuhnya korban baik dari masyarakat maupun dari satwa liar. (BBKSDA SUMUT)

%d blogger menyukai ini: