ELANG HITAM DISERAHKAN MASYARAKAT BOSAR MALIGAS, SIMALUNGUN

Penyerahan Elang Hitam Simalungun
Penyerahan Elang Hitam (Ictinaetus malayensis) oleh masyarakat Bosar Maligas Kabupaten Simaungun (a), Penitipan ke Taman Hewan Pematang Siantar (b).

Pematang Siantar, 19 Februari 2019

                Minggu, 17 Februari 2019 Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang Konservasi Wilayah II Pematang Siantar kembali menerima penyerahan satwa liar dari masyarakat yang peduli terhadapa kelestarian satwa liar, khususnya yang dilindungi undang-undang, berupa 1 (satu) individu Elang Hitam (Ictinaetus malayensis).

                Warga yang peduli ini bernama Masiran, beralamat Desa Gunung Perak Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, dengan sukarela menyerahkan Elang Hitam tersebut kepada petugas dalam kondisi sehat. Niat awalnya Masiran ingin menyerahkan satwa tersebut ke Taman Hewan Pematangs Siantar (THPS). 

                Sesampainya di THPS, setelah petugas melihat bahwa Elang Hitam merupakan satwa yang dilindungi, maka disarankan agar deserahkan ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Masiran yang tidak mengetahui prosedurnya, memohon kepada pihak THPS untuk dihubungkan dengan petugas Bidang Konservasi Wilayah II Pematang Siantar.

                Setelah dihubungi pihak THPS, petugas Bidang Konservasi Wilayah II Pematang Siantar, Boby Natalius Purba, Mendatangi THPS. Atas komunikasi dan rekomendasi dari Kepala Bidang Konservasi Wilayah II Pematang Siantar, Seno Pramudito, S.Hut., ME., maka satwa tersebut dititipkan di Taman Hewan Pematang Siantar untuk mendapatkan perawatan medis, dengan terlebih dahulu melakukan proses administrasi berupa penyerahan dari Sdr. Masiran kepada petugas Bidang Konservasi Wilayah II Pematang Siantar, dan selanjutnya penitipan dari Bidang Wilayah II Pematang Siantar kepada THPS.

                Sebagai burung pemangsa, Elang Hitam menduduki puncak rantai makanan dalam ekosistemnya. Elang Hitam dilindungi undang-undang RI, akibat perburuan liar, populasi Elang Hitam dihabitatnya kian hari semakin menurun. Untuk itu diharapkan semakin banyak masyarakat yang menyadari akan pentingnya kelestarian kehidupag liar satwa, terutama satwa-satwa yang dilindungi (Lisbeth Manurung/Penyuluh Kehutanan).