Menginspirasi Sispala Candu Menulis

candu

Bincang-bincang santai dengan Sispala Go Green SMP Negeri 2 Sunggal

Medan, 25 Februari 2019

Anggota kelompok pencinta alam, baik siswa pencinta alam (Sispala) maupun mahasiswa pencinta alam (Mapala), kerap melakukan berbagai  kegiatan/aktivitas dibidang konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup, namun sangat sedikit (terbatas) diantara mereka yang menuangkan pengalaman, pengetahuan serta aktivitasnya tersebut dalam bentuk laporan tertulis.

Seolah-olah pengalaman yang didapatkan itu cukup hanya untuk konsumsi  (kepentingan) diri sendiri. Kalaupun ada yang mau berbagi biasanya hanya sebatas retorika (cerita secara lisan). Padahal daya ingat manusia itu sangat terbatas, sehingga cerita pengalaman hari ini belum tentu akan diingat pada lima atau sepuluh tahun kedepan. Sementara materi dari pengalaman itu sebenarnya  sangat bermanfaat/berguna.

Melihat hal ini, Evansus Renandi Manalu, Analis Data pada Sub Bagian Data, Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, berinisiatif mencoba membangun inspirasi khususnya siswa pencinta alam (Sispala) untuk mulai menumbuhkan minat pada kegiatan tulis menulis. Langkah awalnya dengan mengunjungi kelompok Sispala Go Green SMP Negeri 2 Sunggal di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, pada Sabtu 23 Februari 2019.

Suasana bincang-bincang santai dengan anggota Sispala Go Green, digelar di halaman sekolah yang asri, sehingga jauh dari kesan pertemuan formil. Siswa/siswi diajak berdialog, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman. Responnya sangat antusias,  beberapa diantara peserta, yang berjumlah 30 orang ini, berebut mengajukan pertanyaan serta mohon saran berkaitan dengan aktivitas tulis menulis.

Dari awal saat memulai perbincangan, Evansus memberikan pemahaman kepada siswa bahwa kunjungannya ke Sispala Go Green SMP Negeri 2 Sunggal tidak bermaksud mengedukasi (mengajari), tetapi lebih ingin memotivasi dan menginspirasi agar anggota Sispala Go Green, mulai mencoba menggeluti aktivitas menulis dengan menuangkan segala pengalaman, pengetahuan dan aktivitasnya dalam bentuk tulisan.

Bahwa kemudian berkembang ada keinginan untuk menjadi seorang penulis, hal itu merupakan proses alami yang harus dilalui dengan terus belajar dan terus mengembangkan kreatifitas. Menjadi penulis, apalagi penulis yang profesional, bukanlah sesuatu yang instan, melainkan ada perjalanan yang panjang, yang membutuhkan kesabaran, ketekunan dan kerja keras, ujar Evansus dihadapan peserta.

“Ada filosofi dalam dunia tulis menulis, yaitu Scribo er Gesum, yang artinya “Aku Ada Karena Aku Menulis”. Hal ini mengandung arti, bahwa keberadaan seseorang di muka bumi (dunia) ditunjukkan/dibuktikan dengan karya tulisnya. Oleh karena itu, sejatinya karya tulis  merupakan sebuah keabadian, yang membuktikan bahwa olah pikir (pemikiran) penulisnya tetap abadi dan bermanfaat, meskipun secara fisik orang tersebut sudah wafat (meninggal),” ujar Evansus menyemangati peserta.

candu1

Foto bersama usai bincang-bincang

Sispala Go Green SMP Negeri 2 dipilih sebagai lokasi bincang-bincang, mengingat kelompok ini merupakan salah satu sispala binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Kelompok yang berdiri sekitar 10 tahun yang lalu (tepatnya tanggal 17 Juli 2008), memiliki banyak aktifitas dan juga prestasi.

Tercatat sebanyak 2 (dua) kali Sispala Go Green meraih penghargaan sebagai Juara III penilaian dan pemberian penghargaan atas peranserta masyarakat dalam upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara (yaitu tahun 2012 dan tahun 2018) dan Juara II Lomba Kreasi Daur Ulang Sampah dalam rangka Promosi Wisata TWA Sibolangit pada tanggal 25 Mei 2018 di TWA Sibolangit.

Selain itu, Sispala Go Green juga menjadi ujung tombak keberhasilan SMP Negeri 2 Sunggal meraih prestasi penghargaan bergengsi Sekolah Adiwiyata Mandiri (Sekolah Berbudaya Lingkungan), pada tahun 2013. Begitu banyaknya prestasi yang diraih, tentunya akan menjadi catatan dokumen sejarah yang sangat penting untuk selalu dikenang dan menjadi inspiasi dan motivasi kedepannya. Sehingga sayang bila  moment-moment bersejarah tersebut dibiarkan berlalu tanpa ada catatannya.

Kegiatan bincang-bincang dan dialog ini didukung sepenuhnya oleh Kepala SMP Negeri 2 Sunggal, Armanto, S.Pd., serta pembina Sispala Go Green, Makder Pakpahan, S.Pd. dan Hanfnizar, S.Pd., yang juga adalah kader konservasi alam binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara. (Nofri Yeni, SP./PEH Pertama).

%d blogger menyukai ini: