MEMBANGUN SINERGITAS BALAI BESAR KSDA SUMUT DENGAN PARA MITRA

SINERGI

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Teguh Setiawan, S.Hut., saat membuka acara Sinkronisasi Program dan Anggaran Tahun 2019 Balai Besar KSDA Sumut Bersama Para Mitra

Medan, 10 Maret 2019,

          Dalam rangka meningkatkan kinerja serta membangun sinergi, Balai Besar KSDA Sumatera Utara menginisiasi pertemuan Sinkronisasi Program dan Anggaran Tahun 2019 Balai Besar KSDA Sumatera Utara Bersama Para Mitra, yang dilaksanakan di Fave Hotel Medan, pada Rabu, 6 Maret 2019.

          Kegiatan ini, sebagaimana laporan Ketua Panitia Pelaksana Elvina Rosinta Dewi Simanjuntak, S.Hut., M.I.L. (Kepala Sub Bagian Program dan Kerjasama), bertujuan : untuk membangun pemahaman dan sinergitas program maupun anggaran kegiatan kerjasama antara seluruh pihak terkait, serta tercapainya optimalisasi dan efektifitas pelaksanaan kerjasama  kemitraan.

          Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta, yang berasal dari pejabat dan staf lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara serta lembaga mitra kerjasama (YEL, YPKSI, Vesswic, Yayasan Scorpion, Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan, PETAI, LSLI, PASAL Foundation, PanEco, Konsorsium Barumun, dan YOSL-OIC).

SINERGI 2

Foto bersama peserta Sinkronisasi Program dan Anggaran Tahun 2019 Balai Besar KSDA Sumut Bersama Para Mitra

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc., dalam arahannya menyampaikan perkembangan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kerjasama, seperti penyempurnaan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari P. 85 tahun 2014 menjadi P.44 tahun 2017. Penyempurnaan ini ditandai dengan penambahan ketentuan/aturan baru yang sebelumnya tidak diatur, yaitu : ketentuan tentang kerjasama penanaman pipa instalasi air, kerjasama kemitraan konservasi dan kerjasama mitigasi bencana.

          Selanjutnya, Kepala Balai mengingatkan kembali beberapa hal yang berkaitan dengan kerjasama, seperti : kewajiban lembaga mitra kerjasama untuk membuat, menyelesaikan dan menyampaikan laporan kegiatan yang belum terealisasi dengan baik, serta publikasi kegiatan yang selama ini belum dikoordinasikan oleh mitra kerjasama sehingga terkesan jalan sendiri-sendiri.

%d blogger menyukai ini: