MENANGANI GANGGUAN HARIMAU SUMATERA DI PAGARAMBIRA JULU

WhatsApp Image 2019-03-16 at 13.13.45

Keberadaan harimau sumatera berhasil difoto oleh masyarakat dari atas
 kandang kambing

Padangsidimpuan, 25 Maret 2019

          Informasi gangguan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Desa Pagarambira Julu, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padanglawas, pada Rabu 13 Maret 2019, bermula dari laporan warga, Andreas Simbolon, kepada Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan melalui Kepala Desa Siundol Julu. Dalam laporannya disebutkan bahwa pada tanggal tersebut terlihat harimau berkeliaran di areal kebun dan memangsa ternak kambing peliharaan warga.

          Menerima laporan tersebut, Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan menindaklanjutinya dengan menurunkan tim. Tim bekerja mengambil titik koordinat lokasi kejadian, kemudian melakukan pengecekan dan menemukan jejak harimau, namun tidak menemukan bekas/sisa-sisa bangkai kambing yang oleh warga disebutkan dimangsa harimau.

WhatsApp Image 2019-03-22 at 20.43.07

Tim BBKSDA Sumut diskusi dengan masyarakat setempat

                  Selanjutnya tim menghimbau kepada masyarakat untuk sementara waktu tidak beraktifitas di areal kebun, tidak melakukan tindakan yang berbahaya bagi diri sendiri maupun bagi satwa, serta memberikan alat jenduman yang digunakan untuk mengusir harimau jika kembali masuk ke kampung.

            Setelah beberapa lama menunggu dan harimau tak kunjung datang, tim kemudian memutuskan meninggalkan lokasi dan kembali ke Padangsidimpuan. Namun pada Jumat, 15 Maret 2019, sekitar pukul 19.05 wib, Andreas Simbolon, kembali melaporkan munculnya harimau di lokasi kebunnya, yang disertai dengan bukti-bukti berupa foto serta vidio.

       Laporan tersebut ditindaklanjuti oleh Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan dengan kembali menurunkan tim. Tim ini berkoordinasi dengan aparat keamanan dari Polsek dan Koramil 007 Sosopan. Selanjutnya tim gabungan meninjau lokasi, namun tidak menemukan harimau dan hanya menemukan jejaknya.

                Untuk memantau perkembangan gangguan harimau ini, Tim Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan, untuk sementara waktu membuat posko di lokasi. Upaya penyelesaian konflik jangka panjang diperlukan kordinasi dan kolaborasi semua pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan (TNI/POLRI) lembaga swadaya masyarakat yg peduli satwa liar, termasuk masyarakat.

%d blogger menyukai ini: