BELAJAR PENGELOLAAN SATWA LIAR EXSITU DI SUMATERA BARAT

bid III
Team berkoordinasi dengan Kepala Balai KSDA Sumatera Barat beserta jajarannya sebelum kunjungan ke lapangan

Padangsidimpuan, 29 Maret 2019

          Sejak diresmikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM., yang mewakili Menteri LHK pada 23 Nopember 2016, keberadaan Sanctuary Harimau Sumatera-Barumun atau Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS), yang dikelola bersama oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan Yayasan Bodhicitta Mandala, sampai saat ini masih terus berlangsung.

          Sebagai referensi dan rujukan dalam pengembangan BNWS ke depan, Balai Besar KSDA Sumatera Utara, melalui Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan, mencoba menimba ilmu dengan melaksanakan Kunjungan Lapangan Pengelolaan Satwa Liar Exsitu ke wilayah kerja Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat, pada tanggal 4 s.d 8 Maret 2019.

          Tim Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan yang berjumlah 6 orang dan dipimpin Kepala Bidang, Gunawan Alza, S.Hut., diterima dengan baik oleh Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Dr. Erly Sukrismanto, S.Hut., M.Sc.,  beserta jajarannya. Atas arahan dari Kepala Balai, tim direkomendasikan untuk studi lapangan ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) yang berada di Jorong Sungai Betung, Desa Lubuk Besar, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat.

          PRHSD diresmikan pada tanggal 29 Juli 2017 oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dengan luas lahan 10 ha,  saat ini sedang melakukan rehabilitasi terhadap 3 (tiga) individu Harimau Sumatera. Sebelumnya, PRHSD juga sudah melakukan rehabilitasi dan release (pelepasliaran) terhadap 1 (satu) individu Harimau Sumatera, Sopi Rantang, kelamin betina, berumur 4 tahun, ke kawasan SM. Rimbang Baling, pada tanggal 1 Juli 2018.

          PRHSD dilengkapi dengn kandang enclosure (miniatur habitat alami yang terdiri dari gua buatan, semak belukar, sungai, dll) sebanyak 2 kandang, kandang perawatan 2 kandang, klinik satwa lengkap dengan berbagai peralatan dan obat-obatan,  serta tim (tenaga) pengelola sebanyak 5 orang dibidang management, 12 orang Tim Wanadiaksa (yaitu satuan khusus mengelola kegiatan hutan konservasi) dan 11 orang tim pengaman yang melibatkan POM TNI.

BIDANG III
Salah satu Harimau Sumatera berada di kandang enclosure

                Banyak pelajaran dan pengalaman yang didapatkan dari PRHSD untuk menjadi motivasi  dalam pengelolaan dan pengembangan BNWS. Menjadi catatan penting bahwa dibutuhkan komitmen dan keseriusan/kesungguhan dari berbagai pihak baik ditingkat pusat maupun daerah, agar BNWS bisa setara dengan PRHSD dalam kegiatan rehabilitasi dan release satwa Harimau Sumatera.

          PRHSD yang memiliki motto 3 R : Rescue – Rehab – Release,  juga menyatakan siap bekerjasama dengan Balai Besar KSDA Sumatera, dalam hal membantu membawa Harimau Sumatera yang terkena konflik agar di rehabilitasi di PRHSD apabila di wilayah Sumatera Utara sudah tidak mampu untuk kegiatan rehablitasi dan lepasliar.

          Kegiatan Kunjungan Lapangan Pengelolaan Satwa Liar Exsitu, diakhiri di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, yang berada di Kota Bukit Tinggi. Berbagai pengalaman selama 5 (lima) hari perjalanan menjadi catatan berharga bagi Tim. Terima kasih dan penghargaan tentunya layak disampaikan kepada Kepala Balai KSDA Sumbar, Dr. Erly Sukrismanto, S.Hut., M.Sc., beserta jajarannya, PRHSD serta pengelola Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan. (M. Hatta, S.Hut.)