HARIMAU SUMATERA NAMPAK OLEH WARGA SIBOLANGIT

jjjj
Pengecekan lokasi penampakan Harimau Sumatera di Desa Durin Serugun Kecamatan Sibolangit

Sibolangit, 26 April 2019

Bermula dari Informasi yang disampaikan warga, Ramona Ginting, saat ketika sedang menempuh perjalanan melewati kawasan hutan dengan mengendarai sepeda motor bersama ayahnya dari  Desa Suka Makmur Kec. Kutalimbaru menuju Desa Durin Serugun Kecamatan Sibolangit pada Sabtu tanggal 13 April 2019, sekitar pukul 16.00 WIB. Warga ini  tiba-tiba berhenti sejenak ketika melihat sosok besar yang diduga satu ekor Harimau Sumatera sedang melintas  dihadapannya, dan kemudian melompat ke dalam hutan hingga menghilang tidak terlihat lagi.

Hal  yang sama juga dialami oleh  warga lainnya dari Desa Pasar 10 Kec. Kutalimbaru pada saat perjalanan pulangdari Desa Durin Serugun menuju Pasar 10, pada hari yang sama ditempat tidak jauh dari lokasi yang penampakan pertama oleh Ramona Ginting.

Penampakan Harimau Sumatera ini menyebabkan warga merasa resah, sehingga pada tanggal 18 April 2019 warga menginformasikannya kepada salah seorang staff SPORC (Satuan Polhut Reaksi Cepat) Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wilayah Sumatera, Hendra Ginting, yang kemudian meneruskan informasi tersebut kepada Kepala Resort CA/TWA Sibolangit untuk dapat segera direspon.

Mendapat informasi ini, Kepala Resort CA/TWA Sibolangit langsung berkoordinasi dengan Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, yang memberikan arahan agar tim Resort CA/TWA Sibolangit langsung bergerak ke lokasi penampakan Harimau Sumatera. Tim yang dipimpin Kepala Resort CA/TWA Sibolangit, Samuel Siahaan, di lokasi berkoordinasi dengan Kepala Desa Durin Serugun, Kecamatan Sibolangit, Ngamanken Ginting.

Dengan didampingi kepala desa, staf pemerintahan desa dan masyarakat yang menjadi saksi penampakan langsung Harimau Sumatera, tim melakukan pengececekan di lapangan dan menemukan jejak berukuran 15 cm yang diduga jejak Harimau Sumatera.

Bentuk jejak tidak begitu jelas terlihat, hanya terdapat lubang berisi daun bambu  kering  dan juga lubang tanah yang bercampur serasah. Kemudian tim mengambil masing-masing koordinat GPS di setiap lokasi di temukannya jejak Harimau Sumatera. Dari hasil plotting ketiga titik koordinat tersebut, dua titik koordinat jejaknya berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan dan satu titik koordinat berada di  kawasan hutan produksi.

Selain pengecekan lapangan, tim  juga menyampaikan edukasi teknis mitigasi gangguan Harimau Sumatera kepada seluruh aparat pemerintah desa serta masyarakat. Dan mengimbau kepada warga agar tidak melakukan hal-hal yang dapat membunuh maupun melukai satwa, seperti berburu dan memasang jerat. Demi keamanan, masyarakat disarankan juga tidak pergi ke ladang sendirian dan selalu bersama-sama, menghindari bepergian di waktu subuh, senja dan malam hari, dimana biasanya harimau aktif beraktivitas diwaktu waktu tersebut. (Samuel Siahaan, SP./ PEH Pertama)

jjjjj.PNG
Tim melakukan sosialisasi serta edukasi kepada aparat pemerintahan desa dan warga