PEMUSNAHAN BELANGKAS

WhatsApp Image 2019-05-27 at 15.32.04
Pemusnahan Belangkas bersama pihak-pihak terkait

Pematangsiantar, 28 Mei 2019

          Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar melaksanakan pemusnahan barang bukti sitaan 549 (lima ratus empat puluh sembilan) ekor Belangkas (Tachypleus gigas) dalam keadaan mati, pada Senin 27 Mei 2019, bertempat di kompleks perkantoran Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar.

          Pemusnahan ini dilakukan menindaklanjuti hasil laporan Satuan Polisi (Satpol) Air Kepolisian Resort Tanjung Balai dan Koordinator Satwas PSDKP Asahan pada tanggal 22 Februari 2019, yang menemukan 1 (satu) unit kapal berisi 787 (tujuh ratus delapan puluh tujuh) ekor satwa dilindungi jenis Belangkas, dimana 238 ekor diantaranya masih dalam kondisi hidup sehingga kemudian dilepasliarkan, dan sisanya 549 dalam keadaan mati.

          Penyitaan dilakukan oleh petugas karena tidak disertai dengan dokumen-dokumen resmi dan tidak dilaporkan kepada petugas Karantina Ikan. Disamping itu pelaku dan pemilik kapal juga tidak ditemukan petugas.

          “Pemusnahan didasari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.29 Tahun 2017, dimana pemusnahan dilakukan untuk menghindari penyebaran penyakit yang akan ditimbulkan barang bukti,” ujar Seno Pramudito, S.Hut., ME, Kepala Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar.

          Pemusnahan dengan cara mengubur barang bukti dipimpin Kepala Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar bersama-sama dengan Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Tanjung Balai Asahan, Sondang Sitorus, S.Si., Pengawas Perikanan Kantor Satuan PSDKP Asahan, Imran Rosyadi, S.St.,Pi., Kanit Gakkum Satuan Polisi Air Polres Tanjung Balai, L Gurning, SH., Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Amenson Girsang, SP., Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran, Alfianto Luat Siregar, S.Hut., M.T., MPP serta Kepala Resort Pelabuhan Laut Tanjung Balai, CA. Ginurit dan SA. Sei Ledong, Arief Hidayat.

          Pada kesempatan tersebut disampaikan juga himbauan kepada masyarakat agar tidak mengambil/membawa bagian atau bahkan seluruh tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi undang-undang. (Bidang Konservasi Wilayah II Pematang Siantar)