PENANGANAN KONFLIK WARGA DENGAN SATWA LIAR DI KECAMATAN BATANG SERANGAN

WhatsApp Image 2019-05-28 at 15.41.34.jpeg
Tim gabungan saat meninjau lokasi konflik

Batang Serangan, 29 Mei 2019

          Lagi, konflik warga dengan satwa liar yang diduga Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali terjadi. Kali ini TKP (Tempat Kejadian Perkara)nya berada di Dusun Sei Glugur Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Sengan Kabupaten Langkat.

          Informasi awal yang didapatkan petugas Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, pada Rabu, 22 Mei 2019, masyarakat Dusun Sei Glugur menemukan seekor lembu peliharaan warga, yang diperkirakan berumur 3 bulan, telah dimangsa oleh satwa liar. Kondisi anak lembu saat ditemukan sudah tidak memiliki (kehilangan) 1 satu kaki.

          Menindaklanjuti laporan warga tersebut, keesokan harinya, Kamis, 23 Mei 2019, Tim gabungan terdiri dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara (melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat), Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, lembaga mitra kerjasama WCS dan CRU melakukan pengechekan di lokasi dan menemukan cadaver lembu yang tidak utuh lagi telah bergeser sejauh 25 meter dari lokasi pertama dijumpai.

          Selain itu Tim juga menemukan bekas jejak satwa liar yang diduga jenis Harimau Sumatera. Pada jarak 50 meter dari lokasi, kembali ditemukan bagian kepala, dada dan kaki depan lembu. Lokasi penemuan berada di perladangan dekat areal kerja CV. Sempana, yang berjarak sekitar 300 meter dari Taman Nasional Gunung Leuser.

harimau langkat.PNG
Organ tubuh anak lembu yang ditemukan Tim di lokasi sudah tidak utuh

Tim melakukan patroli dan pada Jumat, 24 Mei 2019, lagi-lagi Tim menemukan sisa cadaver lembu berupa kaki depan telah bergeser 10 meter dari penemuan terakhir.

          Untuk penanganan lanjutan, patroli tetap dilaksanakan di sekitar lokasi serta melakukan pelatihan mitigasi konflik kepada masyarakat. (Herbert BP. Aritonang)

WhatsApp Image 2019-05-28 at 15.41.35 (2).jpeg