FGD BADAN LITBANG KEMENTERIAN PERTAHANAN RI

DSCF6248.JPG
Peserta Focus Group Discussion Litbang Model Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Dalam Membangun Biodefence, Selasa, 25 Juni 2019

Medan, 26 Juni 2019

          Pada Selasa 25 Juni 2019, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan RI melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Model Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Dalam Mendukung Pembangunan Biodefence, di ruang rapat Balai Besar KSDA Sumatera Utara.

          Kegiatan Litbang ini didasarkan posisi Indonesia yang dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia (megediversity) dan merupakan pusat keanekaragaman hayati dunia (megacenter of biodeversity).

Pengamanan terhadap keanekaragaman hayati (Biodefence) menjadi sangat penting dan strategis saat ini, setelah sejumlah kasus pemanfaatan spesies hayati terutama mikroorganisme sebagai senjata biologi, sebagaimana paparan Kolonel Inf. A. Setya Hari, selaku Peneliti Madya Puslitbang Sumdahan Balitbang Kemhan.

fgd.PNG
Paparan Kolonel Inf. A. Setya Hari, Peneliti Madya Puslitbang Sumdahan Balitbang Kemhan (gbr. kiri) dan tanggapan/respon Kepala Bidang Teknis, Ir. Irzal Azhar, M.Si., mewakili Kepala BBKSDA Sumut (gbr. kanan)

Biodefence, adalah perlindungan terhadap agen mikroorganisme ataupun informasi penelitian yang berhubungan dengan penyalahgunaan, pencurian, kehidupan, dan pengalihan yang disengaja oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” papar A. Setya Hari.

          Selanjutnya, tujuan penelitian dari Balitbang Kemhan RI adalah untuk merumuskan model pengelolaan dan pengamanan keanekaragaman hayati bagi pembangunan biodefence Indonesia yang handal dan terintegrasi.

          Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang diwakili Kepala Bidang Teknis, Ir. Irzal Azhar, M.Si., menyambut baik kunjungan Tim Balitbang Kemhan RI, dan menyatakan siap membantu/mendukung data-data yang diperlukan/dibutuhkan, terutama yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Balai Besar KSDA Sumatera Utara.

          FGD ini dihadiri Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Ir. Jefry Susyafrianto, MM., pejabat dari Kantor Wilayah Imigrasi Kelas I Medan Sumatera Utara, pejabat dari Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Sumatera Utara, Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Pemprov. Sumatera Utara serta Ahmad Sofyan, SE., M.Si. purnabakti Kementerian LHK. (Ade Yunita).