SATU INDIVIDU KUKANG DISERAHKAN WARGA TOJAI BARU, PEMATANGSIANTAR

kukang siantar.PNG
Penyerahan Satwa Kukang oleh Warga Tojai Baru Pematangsiantar (Kiri)
dan Satwa Kukang yang diserahkan (Kanan)

Pematang Siantar, 1 Juli 2019

Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar menerima penyerahan 1 (satu) individu satwa yang dilindung jenis Kukang (Nycticebus coucang) dalam kondisi sehat dengan perkiraan umur + 1 tahun dari warga Tozai Baru, Kota Pematangsiantar pada tanggal 19 Juni 2019.

Seorang warga bernama Zerry Siregar menemukan Kukang tersebut di daerah pemukiman masyarakat kampung Batu 5 Tojai Baru, Kota Pematangsiantar. Kejadian bermula saat Zerry hendak keluar rumah dan menemukan satu individu Kukang yang diduga lepas dari kandangnya dimana sebelumnya sudah dipelihara oleh warga sekitar. Namun dia tidak mengetahui siapa pemilik dari Kukang tersebut. Maka Zerry membawa Kukang tersebut untuk dipelihara dirumahnya.

Awalnya Zerry dan teman-temannya mengira bahwa itu adalah Musang, namun karena bertanya ke beberapa orang yg lebih paham barulah mereka mengetahui kalau hewan tersebut adalah Kukang. Karena belum mengetahui bahwa Kukang merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi oleh Undang-Undang, ia bersama beberapa temannya mengabadikan Kukang tersebut  dan mempostingnya ke sosial media. Beberapa warganet menegur dan menyarankan agar segera diserahkan kepada pihak yang berwajib kalau tidak mau berurusan dengan hukum.

Setelah mencari tahu ke beberapa orang, akhirnya Zerry dan teman-temannya pun mendapatkan informasi bahwa Balai Konservasi Sumber Daya Alam yang berwenang untuk menangani satwa yang dilindungi Undang-Undang yaitu Bidang KSDA Wilayah II sebagai perwakilan di Kota Pematangsiantar. Zerry dan teman-temannya pun menyerahkan Satwa Kukang tersebut ke Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar yang diterima langsung oleh Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar Seno Pramudito, S.Hut, ME.

Pada hari yang sama, Kukang tersebut dititipkan ke CV. Usaha Tani salah satu Mitra Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk tindakan konservasi lebih lanjut untuk nantinya dapat dilepasliarkan kembali ke habitatnya.(Boby Purba/Polhut).