KOMITMEN MASYARAKAT MELINDUNGI ORANGUTAN TAPANULI

ramba sihasur
Masyarakat Ramba Sihasur

Sipirok, 8 Juli 2019

          Konflik antara warga Ramba Sihasur dengan Orangutan kerap terjadi, ditandai dengan rusaknya ladang/kebun durian masyarakat. Petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidempuan sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghalau dan mengusir Orangutan, tapi tetap saja orangutan menerobos masuk ladang/kebun warga.

        Tidak cukup hanya menghalau dan mengusir Orangutan, Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan melalui Resort Konservasi CA. Dolok Sipirok dengan merangkul lembaga mitra kerja Scorpion, juga melakukan berbagai kegiatan edukasi dan penyadaran terhadap warga, seperti kegiatan Sosialisasi tentang Pentingnya Penyelamatan Orangutan Tapanuli dan Satwa Dilindungi Lainnya di CA. Dolok Sipirok, pada tanggal 24 Juni 2019.

          Hasil Sosialisasi menginspirasi masyarakat melalui Kelompok Tani Ramba Sihasur menyampaikan “Komitmen Masyarakat Ramba Sihasur Terhadap Perlindungan Orangutan”, yang pada intinya menyatakan berkomitmen untuk tidak memburu, menangkap atau membunuh Orangutan Tapanuli maupun satwa dilindungi lainnya yang terdapat di CA. Dolok Sipirok, serta ikut membantu mengingatkan anggota masyarakat lainnya agar tidak mengganggu satwa liar di sekitar desa.

          Kelompok Tani Ramba Sihasur juga membuka diri bagi siapa saja yang akan memberikan bantuan bidang pertanian terutama sumbangan bibit tanaman budidaya. Menindaklanjuti keinginan Kelompok Tani tersebut, petugas Resort KSDA Cagar Alam Dolok Sipirok dan Scorpion menyerahkan bantuan bibit berupa tanaman Manggis dan Petai sebanyak 1000 bibit kepada masyarakat.  Disamping itu, sebagai wujud dari komitmen, Kelompok Tani Ramba Sihasur memasang plang informasi dan larangan, yang berbunyi “Dilarang Berburu/Memikat Burung Disekitar Kawasan ini”.

           Kita berharap bahwa upaya-upaya yang telah kita lakukan mampu mengurangi konflik dan meminimalisir kerugian yang terjadi pada masyarakat maupun kerugian yang terjadi pada satwa liar termasuk orangutan.

Sumber (Balai Besar KSDA Sumatera Utara)