BBKSDA SUMUT LUNCURKAN SURVEY OKUPANSI HARIMAU

asdad
Peluncuran Survei Okupansi Harimau oleh Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Dr.Ir.Hotmauli Sianturi,M.Sc,For

Medan, 18 September 2019

Balai Besar KSDA Sumut bekerjasama dengan Proyek Sumatran Tiger – Leuser (GEF-UNDP) meluncurkan survey okupansi harimau, 18 September 2019, di Kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara- Meda. Survey kali ini dilaksanakan di 2 kawasan konservasi yaitu SM Siranggas (Kabupaten Pakpak Barat) untuk 4 grid dan SM Dolok Surungan (Kabupaten Tobasa, Kabupaten Asahan, Kabupaten Labuhan Batu Utara) untuk 6 grid. 1 grid adalah 17 km X 17 km, angka ini didasarkan pada homerange harimau sumatera dewasa yang diketahui, yaitu homerange di lansekap Leuser.

Survey ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi terbaru khususnya tentang harimau sumatera, terkait populasi, sebaran dan habitat. Selain itu survey ini juga akan mencatat satwa liar lainnya yang ditemukan di lokasi survey. “ Survey okupansi harimau ini penting dilaksanakan untuk mendapatkan data terbaru, angka yang mendekati kenyataan di alam dan sebarannya. Sehingga kita dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berbatasan dengan hutan intensif untuk meminimalisir terjadinya konflik manusia dengan harimau sumatera” ujar Kepala Balai Besar KSDA Sumut, Dr.Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For.

Survey di 2 lokasi belum dianggap cukup bila dibandingkan dengan luas wilayah kerja BBKSDA Sumut. Namun demikian beberapa mitra seperti PT. Toba Pulp Lestari (TPL) berkomitmen mendukung survey okupansi harimau berikutnya, selain itu juga Konsursium Barumun. NSHE (North Sumatera Hydro Energy) diharapkan juga akan memberikan dukungan terkait survey ini.

WhatsApp Image 2019-09-18 at 13.04.45(1).jpeg

Pada peluncuran survey okupansi harimau di Sumut, hadir juga salah satu ahli harimau yaitu Hariyo T Wibisono, dari Yayasan Sintas Indonesia. “Sulit untuk mengetahui jumlah pasti populasi harimau sumatera. Karena satwa ini sulit untuk dijumpai atau dihitung langsung.  Metode yang digunakan adalah metode jejak yang ditinggalkan harimau yaitu Patch Occupancy Metode atau studi untuk mengetahui proporsi penggunaan wilayah suatu kawasan oleh harimau” menurut Hariyo.

BBKSDA Sumut berharap bahwa survey okupansi harimau ini dapat berjalan lancer sesuai dengan rencana yang ditentukan. Hasil survey ini nantinya akan dijadikan sebagai bahan strategi konservasi harimau sumatera di Sumatera Utara (BBKSDA SUMUT).