BUAYA MUARA DITEMUKAN WARGA DI SUNGAI KUALO TANJUNG BALAI

BUAYA.PNG
Buaya muara yang ditemukan warga (kiri) ;  Koordinasi Kepala Resort Pelabuhan Tanjung Balai
 dengan warga setempat (kanan)

Tanjung Balai, 23 September 2019.

Kembali Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar menerima laporan masyarakat, ada warga Tanjung Balai yang menemukan 1 (satu) individu Buaya Muara (Crocodylus porosus) di Sungai Kualo Selat Lancag, 23 September 2019.

Adalah Muklis umur 41 tahun pekerjaan nelayan dan penarik becak yg berdomisili di Kelurahan Perwira Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kota Tanjung Balai menemukan buaya yang merupakan anakan berukuruan ±70 cm. Buaya tersebut ditemukannya pada saat sedang memancing di Sungai Kualo Selat Lancang yang jaraknya ± 100m dari pemukiman pada pukul 05.00 WIB dini hari. Selanjutnya anakan buaya tersebut di bawa kerumahnya.  Awalnya Muklis melihat 4 (empat) ekor anakan buaya yang sedang berenang di bawah jembatan dimana 3 (tiga) ekor buaya langsung melarikan diri ke sungai dan 1 (satu) ekor buaya lari kearah pemukiman masyarakat dan langsung ditangkap oleh Muklis. Muklis akhirnya melepaskan anak buaya yang ditangkapnya itu pada pukul 13.00 WIB di hari dan tempat yang sama dimana anak buaya ditemukan atas anjuran dari warga lainnya karena dikhawatirkan induk dari buaya akan datang untuk mencari anak buaya.

Kepala Resort Konservasi Wilayah Pelabuhan Tanjung Balai dan Tim yang ada di lokasi menghimbau masyarakat agar tetap waspada akan keberadaan buaya muara tersebut. Apabila melihat kemunculan buaya agar langsung melaporkan ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara.

Buaya Muara (Crocodylus porosus) merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi dari Famili Crocodylidae berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Yang Dilindungi/ Dalam kategori IUCN Buaya Muara (Crocodylus porosus) berstatus Least Concern/tingkat resiko rendah dengan penyebaran/distribusi hampir seluruh kawasan hutan di Pulau Sumatera.

Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Kepala Resort Pelabuhan Tanjung Balai sangat berterimakasih atas apa yang telah dilakukan oleh Masyarakat Kelurahan Perwira Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kota Tanjung Balai yang telah melepaskan tanpa melukai buaya tersebut ke habitatnya sehingga tidak sampai menimbulkan dampak negatif baik bagi satwa maupun masyarakat. (Lisbeth/Penyuluh Kehutanan-BBKSDA Sumut).