KAMPANYE PENCEGAHAN KARHUTLA DI DESA NAGORI PURBA TONGAH, PENYANGGA CA. MARTELU PURBA

karhutla
Kampanye dalkarhut diselingi Tanya jawab

Pematangsiantar, 30 Oktober 2019

Pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya pengawasan atau patroli di daerah-daerah rawan kebakaran hutan saja. Tapi salah satunya juga dengan kampanye. Kampanye pencegahan karhutla sebagai salah satu upaya pengendalian karhutla dengan cara sosialisasi baik secara langsung maupun menggunakan media seperti spanduk, poster, stiker dan alat peraga lainnya yang berisi konten pencegahan karhutla.

Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar BBKSDA Sumatera Utara bertempat di Balai Nagori Purba Tongah Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun, Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar melaksanakan Kampanye Pencegahan Karhutla pada tanggal 25 Oktober 2019. Nagori Purba Tongah merupakan desa penyangga Kawasan Konservasi Cagar Aalam. Martelu Purba dimana CA Martelu Purba berbatasan langsung dengan lahan pertanian/perladangan masyarakat. Kearifan lokal masyarakat yang membersihkan lahan dengan cara membakar perlu diwaspadai apalagi jika pada musim kemarau panjang. Pada tanggal 7 Agustus 2019 terjadi kebakaran lahan berupa semak seluas 2.000 Mdi penyangga CA. Martelu Purba. Pemisah antara lokasi lahan yang terbakar dengan CA. Martelu Purba adalah jalan tanah (lebar + 3 m).

Namun demikian kearifan lokal masyarakat yang membersihkan lahan dengan cara membakar tidak boleh bertentangan dengan Permen Negara LH No. 10 Tahun 2010 tentang mekanisme pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan LH yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan/lahan. Pasal 4 disebutkan bahwa masyarakat hukum adat yang melakukan pembakaran lahan dengan luas lahan maksimum 2 hektar per KKuntuk ditanami jenis varietas local wajib memberitahukan kepada Kepala Desa (1) Kepala Desa menyampaikan pemberitahuan sebagaimana dimasud pada ayat (1) kepada instansi yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perlindungan dan pengelolaan LH kab/kota (2) Pembakaran lahan sebagimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku pada kondisi curah hujan di bawah normal, kemaru panjang, dan/ iklim kering (3) Kondisi curah hujan di bawah normal, kemaru panjang, dan/ iklim kering sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sesuai dengan publikasi dari lembaga non kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang meteorology, klimatologi dan geofisika.

Peserta kampanye adalah masyarakat Desa Purba Tongah sebanyak 20 Orang yang terdiri dari perangkat nagori, Tokoh Masyarakat/Maujana nagori dan kelompok tani. Kampanye dibuka langsung oleh Pangulu Nagori Purba Tongah, Bapak Rifai P. Munthe yang dilanjutkan penyampaian materi oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran, Bapak Alfianto Luat Siregar, S.Hut., M.T., M.PP. Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan diskusi. Tidak terlalu banyak hal yang didiskusikan terkait karhutla karena masyarakat sangat menyadari akan pentingnya keberadaan CA. Martelu Purba bagi kehidupan mereka. Masyarakat bersepakat untuk menjaga CA. Martelu Purba dari bahaya kebakaran. Di akhir acara Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar menyerahkan media kampanye karhutla berupa poster mini yang disponsori oleh Balai Pengendali Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera melalui Daops Aek Nauli kepada Pangulu Nagori Purba Tongah.

Penyadartahuan kepada masyarakat menjadi langkah strategis dalam mengendalikan karhutla. Masyarakat terus diajak untuk bersama-sama menjaga hutan dan lahan dari ancaman karhutla serta melahirkan kepedulian terhadap upaya pencegahan karhutla khususnya di CA. Martelu Purba.

(Sumber : Lisbeth Manurung/Penyuluh Kehutanan/BBKSDA SUMUT)

karhutlaa