SENAM SEHAT DAN BINCANG WISATA DI TWA SIBOLANGIT RANGKAIAN HCPSN 2019

senam sehat
Senam sehat dan bincang wisata di TWA. Sibolangit

Sibolangit, 4 Nopember 2019

Jum’at 1 Nopember 2019, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Pemerintah Kecamatan Sibolangit menggelar Senam Sehat dan Bincang-bincang wisata di Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit. Penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah Rangkaian memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang diperingati setiap tanggal 5 November.

Berbagai Ragam Kegiatan dalam memperingati HCPSN tahun ini yang dilaksanakan di TWA Sibolangit. Dimulai Senam Sehat Bersama dan Bincang Wisata 1 Nopember, Kegiatan Pramuka USU dengan menampilkan Penyuluhan Konservasi 2-3 Nopember,  Seremoni Puncak HCPSN,  Wisata Edukasi dan Konservasi Lingkungan SMK Swasta Kesehatan Imelda Medan dan Pelepasan Burung tanggal 5 Nopember, Shooting Kawasan TWA Sibolangit sebagai Media Promosi Wisata Kabupaten Deli Serdang Bulan Nopember ini dan Wisata Ekoling SMA Methodist Pancur Batu serta Perkemahan Keluarga 9-10 Nopember sekaligus peringatan Hari Pahlawan. Rangkaian Kegiatan HCPSN 2019 diatas mengangkat tema Nasional HCPSN “Membangun Generasi Millenial Cinta Puspa dan Satwa Nasional untuk Indonesia Unggul’.

Senam Sehat dan Bincang Wisata diikuti Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Deli Serdang, Camat Sibolangit, Kapolpos Sibolangit, Para Kasi Kantor Kecamatan, KA UPT Kec Sibolangit, Team kebersihan Kec Sibolangit, Penggerak KB (BKKBN), FKDM Kepala Desa Sekecamatan Sibolangit, Muspika, Kelompok Sadar Wisata Sibolangit Berseri dengan jumlah peserta 85 orang.  Senam Sehat bersama adalah olahraga yang telah rutin dilaksanakan di kecamatan Sibolangit setiap hari Jumat  disamping untuk menjaga kebugaran tubuh para pelayan masyarakat juga memkampayekan Gerakan Hidup Sehat Masyarakat (GERMAS). ungkap Camat Sibolangit Febri E.Gurusinga, S.STP, M.SP selaku pengerak kegiatan pada sela-sela acara.

Pada Sesi Bincang-bincang wisata menampilkan Pembicara Dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar)  Kabupaten Deli Serdang, Camat Sibolangit, Yayasan Konservasi Species Indonesia (YPKSI) Rudianto Sembiring, Kelompok Lintas Agama Pdt Sumadi dan dimoderatori Kepala Resort CA/TWA Sibolangit Samuel Siahaan, SP .  Acara yang dibuka Camat Sibolangit lebih dahulu memaparkan potensi dan peluang wisata di kecamatan Sibolangit yang terdapat 30 desa yang satu desa dengan Desa yang lain memiliki Potensi Wisata masing-masing. Seperti Contoh  Desa Sibolangit Wisata Alam TWA Sibolangit, Wisata Budaya, Wisata Religi di Desa Buluh Awar, Wisata Tirta Desa Sembahe, Kuala,  Batu Mbelin dan Desa Lain-lain yang berpotensi untuk dikembangkan.

Ibu Rini Dewi Feriani Hasibuan Pembicara dari Disporabudpar menekankan Pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) , Pembentukan Desa Wisata di Kecamatan Sibolangit 2020 dengan Beberapa tahapan penilaian, Pelatihan-pelatihan Bagi Pokdarwis yang difasilitasi dari DAK seperti Pelatihan Managemen Pariwisata, Pelatihan Pembuatan HomeStay, Pelatihan Pemandu Ekoswisata, Pelatihan Pemandu Wisata Kuliner dan Sejarah, Pelatihan pemandu Museum dan Sejarah dan Pelatihan Wisata Paralayang. Komitmen Pemkab Deli Serdang dalam pengembangan Wisata kedepannya bersama-sama Balai Besar KSDA Sumatera Utara dapat bersinergi. Sinergi itu bersama-sama dalam mempromosikan Wisata di Kabupaten Deli Serdang cq Kecamatan Sibolangit umumnya dan TWA Sibolangit pada khususnya yang pada waktu dekat ini akan mengambil  Shooting Potensi dan obyek Kawasan TWA Sibolangit. Ibu Rini menyemangati masyarakat agar dapat menggerakkan wisata bersama stake holder dengan Prinsip Sapta Pesona Wisata yaitu Aman, Tertib, Bersih, Indah, Sejuk, Ramah Tamah dan Kenangan.

senam sehat1

Sementara dari YPKSI Rudianto Sembiring berbagi pengalaman selama memandu Tamu Wisatawan Mancanegara yang sudah membawa turis ke Buluh Awar dan Rumah Pilpil khususnya Kerajinan Keranjang Bambu. Wisata yang sederhana serta unik menjadi kenangan tersendiri bagi turis yang berkunjung ke Kecamatan Sibolangit dan Harapannya Masyarakat Desa yang berada di Kecamatan Sibolangit kemauan yang keras dapat membangun pariwisata yang kedepannya dapat meningkatan pendapatan warga. Dengan Potensi yang sudah ada tinggal meningkatkan sumber daya manusia maasyarakat serta keinginan yang kuat dapat terwujud wisata yang diimpikan bersama.

Pendeta Sumadi sebagai pembicara terakhir dari Lintas agama yang ditugaskan oleh gereja GBKP selama 3 tahun membantu masyarakat dalam menyampaiakan Pola Pertanian Organik serta Pembuatan obat Herbal yang juga dapat meningkatkan Penghidupan serta kesehatan masyarakat Desa di Kecamatan Sibolangit. Pengalaman yang sudah dirasakan ditempat lain, kali ini berbagai pengetahuan melalui Pelatihan-pelatihan nantinya Kedepannya. Dan Apapun yang dilaksanakan dikecamatan kegiatan pada imbasnya dapat mendukung Pariwisata.

senam sehat2

Sebelum ditutup oleh Kepala Resort CA/TWA Sibolangit menyampaikan beberapa hal kesimpulan pada Bincang Wisata kali ini yaitu Balai Besar KSDA Sumatera Utara selaku UPT Kementerian Lingkunga Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Konservasi Daya Alam dan Ekosistem mendukung sepenuhnya segala upaya  Pengembangan Wisata di Kecamatan Sibolangit sebagai Salah satu tugasnya adalah Pengembangan Wisata Alam dan Jasa Lingkungan serta Pemberdayaan masyarakat Sekitar Kawasan Konservasi.  Hasil Bincang Wisata ini menjadi Momentum pengembangan wisata kecamatan Sibolangit kedepanya dapat segera terwujud.

Beberapa agenda yang akan dapat diselenggarakan seperti Workshop Pembentukan Desa Wisata, Pelatihan-pelatihan Kepariwisatawan dan Festival  Wisata Wisata Tingkat Kecamatan dan Promosi yang nantinya bersinergi pelaksanaaannya dilapangan bersama Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan YPKSI.  Serangkaian acara diatas  untuk memeriahkan peringatan HCPSN. Agar kegiatan tersebut akan muncul rasa kebersamaan, cinta alam serta rasa memiliki terhadap puspa dan satwa Indonesia sebagai kekayaan bangsa Indonesia bagi generasi mendatang,” yang dapat mendukung Wisata dan Konservasi.

(SUMBER : SAMUEL SIAHAAN/PEH PERTAMA BBKSDA SUMUT)