PEMELIHARA BINTURONG DITUNTUT 1 TAHUN 6 BULAN DI PN MEDAN DI PN MEDAN

TUNTUTAN BINTURUNG
Jaksa Penuntut Umum, Randi Tambunan, SH., sedang membacakan tuntutan dalam kasus pemeliharaan Binturong pada Rabu, 27 Nopember 2019.

Medan, 28 Nopember 2019

Setelah sidang ditunda selama sepekan, persidangan kasus pemeliharaan satwa dilindungi undang-undang Binturong (Arctictis Binturong) dengan terdakwa Arpan, kembali digelar diruang sidang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, pada Rabu 27 Nopember 2019.

Sidang kali ini mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Randi Tambunan, SH., yang pada pokoknya menyatakan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar ketentuan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 21 ayat (2) huruf a jo Pasal 40 ayat (2) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Dan oleh karena itu kami menuntut serta meminta majelis hakim yang mengadili perkara ini guna menjatuhkan hukuman pidana terhadap terdakwa selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan penjara dan denda sebesar Rp. 10 juta dengan subsider 3 (tiga) bulan kurungan,” ujar Randi Tambunan, SH.

Adapun hal yang memberatkan menurut JPU, bahwa perbuatan terdakwa bertentangan dan tidak mendukung program pemerintah dalam upaya perlindungan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Bila dalam persidangan sebelumnya, terdakwa menyatakan menghadapi sendiri proses persidangan tanpa didampingi penasehat hukum, namun dalam sidang tuntutan ini, terdakwa justru didampingi penasehat hukumnya. Untuk memberi kesempatan kepada terdakwa dan penasehat hukum menyampaikan pembelaannya, majelis hakim menunda sidang selama sepekan. (Evan/BBKSDA SUMUT)