Pelepasliaran Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) “PAYA” di CA. Dolok Sibual-buali

PAYA 1
Pelepasliaran Orangutan Paya

Medan, 10 Desember 2019

 9 Desember 2019, Balai Besar KSDA Sumatera Utara berhasil melepasliarkan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) “Paya”, di Kawasan Konservasi Cagar Alam Dolok Sibuali-buali Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Hadir dalam Pelepasliaran Camat  Sipirok, dan mitra Balai Besar KSDA Sumatera Utara (OIC, SOCP, PT. NSHE) serta media (Metro TV, Kompas TV, TV One, Antara News, Republika, dll)

Orangutan ‘Paya’ adalah orangutan yang dievakuasi Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan dan Tim HOCRU (Human Orangutan Conflict Response Unit) YOSL-OIC, pada tanggal 19 September 2019 dari Desa Aek Batang Paya, Kec. Sipirok, Kab. Tapsel.

PAYA 2
Wawancara Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc, For
bersama Media

Orangutan ‘Paya’ berjenis kelamin jantan diperkirakan berumur 40 tahun. Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter hewan tim HOCRU, drh. Jenny Adawiyah, menunjukkan bahwa terdapat luka terbuka di daerah frontal (tulang dahi) dan pangkal lengan bagian bawah (axilla) yang diduga  diakibatkan oleh senjata tajam. Luka-luka terbuka juga ditemukan pada bagian tulang cranium (kepala) bagian belakang serta bagian punggung.  Kondisi tubuh orangutan juga sangat kurus, yang diindikasikan dari tulang costae (rusuk) yang terlihat.

Selanjutnya Orangutan Tapanuli tersebut segera di bawa ke Pusat Rehabilitasi Orangutan Sumatera (PKOS) di Batu Mbelin untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Selama perawatan, Orangutan ‘Paya’ mengalami progres yang cukup bagus dan kondisinya sangat stabil, sangat agresif di dalam kandang, makannya juga sudah mulai banyak dan berat badan sudah meningkat hingga 44 Kg.

Pada tanggal 29 Oktober 2019, hampir semua luka dibagian luka tertutup sempurna, dan luka dibagian punggung atas kanan mulai mengecil serta terbentuk jaringan ikat baru. Oleh karena itu PKOS SOCP merekomendasikan kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk melepasliarkan Orangutan ‘Paya’.

Balai Besar KSDA Sumatera utara bersama mitra telah dan sedang malakukan upaya-upaya seperti, upaya perlindungan, penyadartahuan (sosialisasi) dan pendidikan ke masyarakat tentang mitigasi konflik manusia dengan orangutan, membangun koridor satwa khususnya orangutan, membentuk Forum Kolaborasi KEE Batang Toru bersama multi pihak, menyusun Renstra KEE Batang Toru, aktif melakukan penanganan konflik orangutan bersama masyarakat.

Populasi Orangutan Tapanuli di landscape  Batang Toru  adalah 577  –  760 individu. Sedangkan populasi orangutan pada saat ini di CA Dolok Sibual-buali adalah ± 15 individu dan lokasi ini adalah site monitoring orangutan Balai Besar KSDA Sumatera  Utara. Dengan  luas kawasan 5.012 Ha CA Dolok Sibual-buali memiliki tingkat kepadatan orangutan yang rendah  sehingga  kawasan ini cocok  sebagai  lokasi release Orangutan “Paya”.

Pasca release dilakukan monitoring pergerakan orangutan ‘Paya’,  untuk memastikan orangutan ‘Paya’ tetap berada di habitat alaminya, monitoring direncanakan akan dilakukan tim selama seminggu. (Balai Besar KSDA Sumatera Utara)