TANGIS HARU DI SMP NEGERI 2 SIBOLANGIT SUMATERA UTARA

Tangis haru 1
Foto bersama seluruh peserta program dengan Kepala SMP Negeri 2 Sibolangit, Team Kreatif Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dan guru-guru SMP Negeri 2 Sibolangit

Sibolangit, 9 Maret 2020

          Isak tangis peserta Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA SMP Negeri 2 Sibolangit, tak terbendung saat bersalaman dan berpelukan dengan Tim Kreatif Program dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Cuaca mendung di pagi itu, Sabtu 7 Maret 2020, yang menyelimuti awan di sekitar SMP Negeri 2 Sibolangit, Desa Sibolangit, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, ikut menambah suasana sendu.

          Saat itu, bertempat di salah satu ruangan belajar SMP Negeri 2 Sibolangit, sedang digelar acara penutupan Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA oleh Tim Kreatif Program dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, masing-masing : Evansus Renandi Manalu (Analis Data), Samuel Siahaan, SP. (Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit serta PEH Pertama) dan Eva Suryani Sembiring, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan Pertama).

          Erika Abel Ruth Girsang, salah seorang peserta program, tidak dapat menyembunyikan kesedihannya. Dengan isak tangis, Erika menyatakan berat rasanya berpisah dengan Tim Kreatif yang selama 3 tahun ini sudah dianggapnya sebagai sahabat bahkan seperti saudara. Suasana ceria penuh keakraban serta kekeluargaan yang diciptakan dan dibangun oleh Tim Kreatif, tidak akan pernah lagi dirasakannya.

          Kesan yang menyenangkan dari pelaksanaan Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA, tidak hanya dirasakan oleh peserta saja, tetapi juga oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sibolangit, Drs. Marumbal Siahaan, M.Pd., sebagaimana diungkapkan dalam sambutannya.

          Seluruh komponen sekolah merasakan dan melihat langsung manfaat dari pelaksanaan program tersebut, dengan terjadinya perubahan sikap dan karakter peserta didik, baik dalam proses belajar mengajar maupun dalam kepedulian terhadap permasalahan di lingkungan sekolah, ungkap Marumbal Siahaan.

          “Bapak dan Ibu Tim Kreatif Pelaksana Program dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, kami sangat membutuhkan dan sangat berharap agar program yang telah dilaksanakan dapat dilanjutkan kembali, agar anak-anak kami nantinya bisa menjadi duta-duta konservasi alam,” imbuh Marumbal Siahaan berulang-ulang.

          Sementara itu, yang mewakili Tim Kreatif Program dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Evansus Renandi Manalu, dalam laporannya menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh peserta program yang selama 12 kali pertemuan, sepanjang 3 tahun pelaksanaan program (2017 s.d 2019), dapat mengikuti dan menyelesaikan seluruh materi dengan tekun dan sungguh-sungguh, sampai pada akhir program.

          “Kepada adik-adik peserta Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena telah menjadi sahabat kami selama 3 tahun dalam proses pembelajaran. Waktu 3 tahun tentunya belumlah cukup untuk menguasai seluruh materi pelajaran yang disampaikan oleh para narasumber, itu artinya adik-adik masih harus terus belajar serta menggali informasi dan pengetahuan dari berbagai sumber, agar pengetahuannya lebih sempurna lagi,” ujar Evansus.

          Seyogianya, Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe, Mustafa Imran Lubis, SP., akan menghadiri dan menyampaikan sambutan, namun berhubung pada saat yang bersamaan ada informasi  konflik antar warga dengan satwa liar (Harimau Sumatera) di Kabupaten Pakpak Bharat dan perlu segera ditangani, untuk itu Mustafa Imran Lubis memberikan mandat kepada Tim Kreatif Program guna melanjutkan dan melaksanakan acara penutupan Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA.

          Dalam sambutan yang dibacakan oleh perwakilan Tim Kreatif lainnya, Samuel Siahaan, SP., Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe menyampaikan pesan kepada peserta program untuk tetap semangat belajar, jangan berhenti untuk menggali ilmu dan pengetahuan, jadilah generasi millenial yang memiliki kepribadian yang peduli dan peka terhadap kondisi serta permasalahan-permasalahan lingkungan yang ada, dan berbuatlah sesuatu yang berarti untuk menciptakan kondisi lingkungan  hidup yang lebih baik.

          “Kepada Bapak Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sibolangit, beserta bapak/ibu guru, apresiasi dan ucapan terima kasih juga kami sampaikan, karena berkat dukungan dari bapak ibu sekalian, akhirnya program ini dapat diselesaikan. Namun merujuk kepada Rencana Kegiatan Tahunan (RKT) Tahun III, yang menentukan bahwa kerjasama baru akan berakhir pada bulan Oktober 2020, setelah selesai dilakukan evaluasi, maka kegiatan yang kita laksanakan hari ini hanyalah penutupan program bagi adik-adik peserta, mengingat sebagian diantaranya akan mengakhiri proses pendidikan di SMP Negeri 2 Sibolangit dan melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ujar Mustafa Imran Lubis yang dibacakan Samuel Siahaan.

Capture 2
Sambutan Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe yang dibacakan oleh Team Kreatif Program, Samuel Siahaan (gbr kiri) dan penyerahan hadiah kepada peserta terbaik (gbr kanan)

Bersamaan dengan rangkaian acara penutupan program, Tim Kreatif Program lainnya, Eva Suryani Sembiring, membacakan hasil evaluasi terhadap peserta dan penentuan peserta terbaik di tahun III. Dengan mempertimbangkan unsur kehadiran, nilai evaluasi serta keaktifan peserta selama pelaksanaan program, maka ditetapkanlah peserta terbaik program di tahun III, yaitu : Nico Oktavianus Sahputra.

          Sedangkan untuk kategori peserta yang Proaktif Dalam Proses Pembelajaran, terpilih masing-masing : Herli Surabina Sembiring, Dinda Ayu Ningsih dan Erika Abel Ruth Girsang. Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sibolangit, didampingi guru-guru dan Tim Kreatif Program dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyerahkan hadiah yang sudah disiapkan  oleh Tim Kreatif, berupa : buku-buku dan perlengkapan belajar, serta tumbler minuman dan makanan, kepada masing-masing peserta terbaik.

          Ada waktu untuk bertemu… ada pula waktu untuk berpisah, terima kasih kepada semua sahabat-sahabat millenial peserta program dari SMP Negeri 2 Sibolangit, semangat terus belajar, agar kelak menjadi kader-kader konservasi yang peduli dengan alam dan lingkungan hidup. (Evan, Balai Besar KSDA Sumatera Utara)