Berbagai Produk Olahan Masyarakat di Desa Binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Selasa, 31 Maret 2020

Balai Besar KSDA Sumatera Utara saat ini mengelola 23 kawasan konservasi, baik berupa Cagar Alam (CA), Suaka Margasatwa (SM), Suaka Alam (SA), dan juga Taman Wisata Alam (TWA), yang masing-masing dikelilingi desa penyangga kawasan. Beberapa diantara desa penyangga kawasan konservasi merupakan Desa Binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Pada Desa Binaan tersebut, kelompok -kelompok binaan sudah menghasilkan beberapa produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang diproduksi dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka

biji kopi arabika
Biji Kopi Arabica yang belum diroasting

Beberapa kelompok binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, diantaranya Kelompok Tani Subur. Kelompok ini merupakan kelompok binaan yang bermukim di Desa Rambah Siasur, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, merupakan Desa Penyangga Kawasan Cagar Alam Dolok Sipirok. Kelompok Tani ini menghasilkan produk kopi arabica yang belum diroasting  dan dijual dengan harga Rp 30.000/liternya. Kapasitas produksinya sekitar 90-120 liter perbulannya. Jika berminat mendapatkan produk ini, bisa menghubungi Muda Hutabarat (0812 6449 9076)

Bahan Baku kemenyan
Bahan Baku Kemenyan yang di produksi oleh Kelompok Tani Lammaju

Selain Kelompok Tani Subur, juga ada Kelompok Tani Lammaju, yang merupakan masyarakat Desa Lumban Pinasa, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba Samosir, sebagai Desa Penyangga Kawasan SM. Dolok Surungan. Kelompok Tani Lammaju memproduksi bahan baku kemenyan. Kapasitas produksi sekitar 400 kg/bulan. Kemenyan ini dijual dengan harga Rp. 180.000/kg. Anda berminat? Bisa menghubungi Parlin (0813 6121 6185).

Jaruju
Produk Keripik Jeruju dan Ikan Cerbung Kelompok Ipanjar

Tidak hanya itu, ada juga kelompok Ikatan Pemuda Nelayan Jaring Halus (IPANJAR) yang merupakan masyarakat yang tinggal di Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Desa Jaring halus merupakan desa yang berbatasan langsung dengan SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut. Saat ini Desa Jaring Halus juga termasuk dalam Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) di Sumatera Utara, karena memiliki hutan desa dengan ekosistem mangrove di dalamnya yang masih relatif bagus.

Kelompok IPANJAR saat ini memproduksi aneka produk olahan mangrove dan hasil laut seperti kerupuk jeruju, kerupuk cerbung, ikan cerbung, dan teh jeruju. Kerupuk Jeruju dihargai Rp. 15.000/250gr, Kerupuk Cerbung Rp 30.000/250gr, Ikan Cerbung Rp. 20.000/200gr, dan Teh Jeruju seharga Rp. 15.000/100gr. Jika anda berminat bisa menghubungi Ainy (0852 3666 3045).

(Ainy Amelya Utami – Calon Penyuluh Kehutanan BBKSDA Sumatera Utara)