PENANGANAN KONFLIK HARIMAU SUMATERA DI KABUPATEN LANGKAT – SUMATERA UTARA

Harimau sumatera
Kondisi lembu korban Harimau Sumatera di Dusun Gelugur, Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kab. Langkat (kiri), Dusun Tanjung Naman, Desa Lau Damak, Kec. Bahorok, Kab. Langkat (kanan)

Konflik warga dengan satwa liar, khususnya Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), kembali terjadi di Sumatera Utara. Pada waktu yang bersamaan, di Kabupaten Langkat terjadi 2 kasus konflik warga dengan Harimau Sumatera, di 2 kecamatan yang berbeda, di Kecamatan Batang Serangan dan Kecamatan Bahorok.

Konflik Pertama, konflik harimau sumatera di Kecamatan Batang Serangan, tepatnya terjadi di Dusun Gelugur, Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kab. Langkat. Pada Jumat, 1 Mei 2020, sekitar pukul 09.30 Wib diterima laporan dari Kepala Dusun Gelugur, Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kab. Langkat tentang ditemukannya seekor lembu peliharaan warga dalam keadaan mati, di areal PT. Ganda Permana, diduga dimangsa satwa liar jenis Harimau Sumatera.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim gabungan dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat bersama dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser serta Lembaga mitra Kerjasama WCS, segera melakukan penanganan di lokasi. Pada saat ditemukan, kondisi bangkai lembu telah dimakan oleh satwa liar, dan tersisa bagian dari kepala serta usus. Tim kemudian melakukan pemasangan kamera trap di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi jeins satwa liar tersebut

Pada Senin, 4 Mei 2020, Tim gabungan kembali melakukan patrol di sekitar lokasi konflik dan pengambilan hasil kamera trap. Di lokasi konflik tidak ditemukan lagi sisa lembu yang dimangsa, dan Harimau Sumatera terekam dalam kamera trap yang dipasang oleh Tim.

Konflik Kedua, pada saat yang sama juga terjadi konflik harimau sumatera di Dusun Tanjung Naman, Desa Lau Damak, Kec. Bahorok, Kab. Langkat. Pada Jumat, 1 Mei 2020, diterima laporan dari Lembaga mitra Kerjasama WCS, tentang adanya konflik dengan satwa liar yang diduga Harimau Sumatera di Dusun Tanjung Naman, Desa Lau Damak,  bukit lawang,  Kec. Bahorok, Kab. Langkat.

Berdasarkan hasil pengumpulan bahan dan keterangan yang dikumpulkan Tim di lapangan, di lokasi ditemukan bangkai lembu, dekat alur sungai kecil dalam keadaan mati dengan usus terburai. Juga ditemukan jejak satwa liar mirip jejak Harimau Sumatera. Posisi lembu berada di luar Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Selanjutnya Tim mellakukan pemasangan kamera trap di sekitar lokasi.

Pada Minggu, 3 Mei 2020, hari ketiga penangan konflik, Tim gabungan Kembali melakukan patroli di sekitar lokasi, namun tidak ditemukan lagi sisa lembu yang dimangsa satwa liar. Sementara itu hasil kamera trap yang dipasang Tim

Terkait terjadinya konflik manusia dengan satwa liar Harimau Sumatera di Kabupaten Langkat BBKSDA Sumatera Utara bersama semua pihak yang terlibat melakukan upaya-upaya di lapangan sebagai berikut : Menghimbau masyarakat agar menjauhi TKP untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Tim gabungan bersama masyarakat membunyikan jeduman untuk mengusir Harimau Sumatera masuk Kembali ke dalam hutan, Melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang perilaku Harimau Sumatera dan tidak menggembalakan ternak dekat-dekat kawasan hutan serta membuat kandang menggunakan kawat duri, Kepada masyarakat dihimbau apabila terdapat munculnya/tanda-tanda kemunculan Harimau Sumatera agar segera dilaporkan kepada Petugas BBKSDA Sumatera Utara maupun BBTNGL, Selalu berkoordinasi dengan Pemda terutama kecamatan dan desa terkait juga TNI dan POLRI setempat.

Dari terjadinya peristiwa konflik ini, diharapkan menjadi perhatian bersama seluruh pihak termasuk masyarakat, untuk bersama-sama menangani permasalahan ini. Kepada semua pihak agar tidak melakukan kegiatan yang dapat merusak habitat satwa liar, serta tindakan/perbuatan yang mengancam serta memancing satwa liar keluar dari habitatnya.

Harimau Sumatera 2
Sosialisasi penanganan konflik di Kampung TanjungBeringin, Dusun Tanjung Naman, Desa Lau Damak, Bahorok (kiri), Pemasangan Kamera Trap di Tanjung Beringin